WhatsApp Segera Tampilkan Iklan di Fitur Status, Apa yang Baru?
Mobilmitsu –
,
Jakarta
– Meta secara resmi mengumumkan
WhatsApp
akan mulai menampilkan iklan dari pelaku usaha melalui fitur Status yang terdapat di dalam tab “Pembaruan”. Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah perusahaan untuk memperluas fungsi WhatsApp, dari aplikasi pesan pribadi menjadi juga wadah bagi aktivitas bisnis, organisasi, dan kreator konten publik.
Selama ini
fitur
Status memungkinkan pengguna membagikan teks, foto, pesan suara, atau video singkat yang akan hilang secara otomatis dalam 24 jam. Dengan perubahan ini, pengguna tidak hanya akan melihat unggahan dari teman atau keluarga, tetapi juga konten promosi dari berbagai bisnis dalam format yang serupa.
The Verge
melaporkan, rencana untuk menghadirkan iklan di WhatsApp sebenarnya bukan hal baru. Sejak WhatsApp diakuisisi oleh Meta, ide untuk memonetisasi layanan melalui iklan sudah sempat muncul. Namun, gagasan ini mendapat penolakan dari para pendiri WhatsApp yang ingin mempertahankan aplikasi bebas iklan dan fokus pada privasi serta komunikasi personal.
Pada 2020, Meta akhirnya menunda rencana tersebut. Meski demikian, pada 2023, Kepala WhatsApp Will Cathcart menyatakan bahwa perusahaan masih mencari cara agar iklan dapat diintegrasikan tanpa mengganggu pengalaman pengguna secara langsung.
Tiga Fitur Baru di Tab Pembaruan
Bersamaan dengan peluncuran iklan, Meta juga memperkenalkan dua fitur baru lainnya yang berada di tab Pembaruan, yaitu langganan saluran dan promosi saluran. \
1. Langganan Saluran (Channel Subscriptions)
Pengguna kini memiliki opsi untuk mendukung saluran favorit mereka dengan berlangganan bulanan. Sebagai imbalannya, pengguna akan mendapatkan akses ke konten eksklusif yang tidak tersedia bagi pengikut biasa.
2. Saluran yang Dipromosikan (Promoted Channels)
Saat pengguna menjelajahi direktori saluran melalui tombol Explore atau Jelajahi, WhatsApp akan merekomendasikan saluran yang relevan berdasarkan minat atau lokasi pengguna. Ini memungkinkan admin saluran untuk mempromosikan akun mereka agar lebih mudah ditemukan oleh pengguna lain.
3. Iklan di Status (Status Ads)
Iklan dalam bentuk visual atau video pendek akan muncul di antara unggahan status dari kontak pengguna. Konten promosi ini dibuat oleh pelaku bisnis dan dapat diklik untuk membuka obrolan langsung di WhatsApp, sehingga pengguna dapat dengan mudah bertanya atau melakukan pemesanan terkait produk dan layanan yang ditawarkan.
Dikutip dari laman resmi
Facebook
, Meta menegaskan bahwa fitur iklan yang diperkenalkan di WhatsApp tetap dirancang dengan menjaga privasi pengguna sebagai hal utama. Seluruh percakapan pribadi, panggilan suara, dan aktivitas dalam grup tetap terlindungi dengan enkripsi end-to-end, sehingga tidak bisa diakses oleh siapa pun termasuk pihak WhatsApp sendiri.
Iklan yang ditampilkan akan disesuaikan berdasarkan informasi terbatas, seperti lokasi pengguna (negara atau kota), bahasa, saluran yang diikuti, serta interaksi dengan iklan sebelumnya. Jika pengguna menautkan akun WhatsApp-nya ke Pusat Akun Meta, sistem juga akan mempertimbangkan preferensi dari platform Meta lain, seperti Facebook dan Instagram.
Meta juga menegaskan bahwa nomor telepon pengguna tidak akan dibagikan atau dijual kepada pengiklan. Selain itu, isi percakapan, panggilan, dan aktivitas dalam grup tidak digunakan sebagai dasar penayangan iklan.
Semua fitur
iklan
ini hanya muncul di tab Pembaruan, dan tidak memengaruhi ruang percakapan pribadi. Dengan begitu, bagi pengguna yang hanya menggunakan WhatsApp untuk berkirim pesan dengan teman dan keluarga, pengalaman mereka tetap berjalan seperti biasa tanpa gangguan.
