Berita Terbaru

Tragedi Air India: Kisah Penumpang Kursi 11A yang Selamat dari Maut?

Tragedi Air India: Kisah Penumpang Kursi 11A yang Selamat dari Maut?



Mobilmitsu –


,


Jakarta


– Vishwash Kumar Ramesh selamat dari tragedi maut pesawat Maskapai

Air India

pada Kamis, 12 Juni 2025, lalu. Laki-laki berusia 40 tahun itu lolos dari kecelakaan yang menewaskan seluruh 241 orang lainnya yang ada di pesawat itu plus belasan orang dari luar pesawat.

Seperti diketahui, pesawat Air India nomor penerbang AI171 mengalami kecelakaan tak sampai semenit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Ahmedabad, Gujarat, India. Pesawat tujuan London, Inggris, itu seperti kehilangan daya angkat dan terlihat bergerak turun dengan posisi badan tetap menanjak hingga akhirnya kandas di kota dekat bandara dan meledak.

Ramesh mengatakan mengira telah mati setelah pesawat yang ditumpangiya itu menghantam bangunan di darat. Kemudian, saat menyadari masih hidup, dia mengaku melihat bagian badan pesawat yang terkoyak. “Saya kemudian berusaha membebaskan diri dari kursi, menggunakan kaki untuk mendorong bagian yang terbuka itu, dan merangkak ke luar darinya,” katanya kepada

DD News

, dikutip dari laporan

The Guardian

pada Jumat, 13 Juni 2025.

Warga negara Inggris berdarah India tersebut tidak tahu kenapa masih hidup, karena saat kecelakaan itu semua penumpang dan kru telah tewas di tempat. “Saya melihat orang-orang sekarat di depan mata saya – pramugari dan dua orang yang saya lihat di dekat saya. Saya berjalan ke luar dari reruntuhan,” ujarnya lagi.

Berhasil selamat dengan hanya luka ringan sepertinya menjadi mukjizat bagi Ramesh. Tapi, fokus tentang bagaimana Ramesh bisa lolos dari maut mengarah ke posisi duduknya dalam pesawat jenis

Boeing 787 Dreamliner

itu, yakni kursi 11A. Ini adalah kursi dekat pintu darurat di bagian depan pesawat, dan dekat ke satu bagian terkuat dari badan pesawat yang dikenal sebagai ‘wing box’.

Mantan inspektur senior dalam kasus-kasus kecelakaan udara di Kantor Investigasi Kecelakaan Udara Cabang Inggris, Tony Cable, mengatakan pesawat itu dalam posisi hidung lebih tinggi daripada ekornya saat kandas. Jadi, ada kemungkinan badan pesawat patah dekat dengan posisi Ramesh yang membuatnya secara beruntung bisa segera ke luar tanpa cedera serius.

Cable juga menilai ruang yang leluasa di depan tempat duduk Ramesh memberi keuntungan dibanding posisi duduk penumpang lainnya dalam hal kemudahan untuk penyelamatan diri. Termasuk menghindarkannya dari benturan.

Kemungkinan lolos dari benturan itu yang menjadi sorotan Profesor John McDermid dari University of York. Menurut dia, posisi duduk Ramesh berada di bagian pesawat yang paling kuat, yakni di bagian depan sayap. Perlindungan tidak hanya datang dari struktur badan tapi juga sayap pesawat.

“Mungkin saja benturan yang terjadi berakibat pintu darurat pesawat kendur dan dia tinggal menendangnya terbuka lalu ke luar,” katanya. “Pintu eksternal tak jauh di depannya sehingga dia tak perlu bergerak jauh.”

Menurut McDermid, meskipun struktur pesawat mungkin memberi kesempatan untuk bertahan hidup, Ramesh tetap harus bergerak cepat. Jika tidak segera ke luar dalam beberapa detik, mungkin Ramesh juga tidak selamat karena dilalap api yang membakar badan pesawat.

Ahli keselamatan kebakaran dan evakuasi dari University of Greenwich, Ed Galea, menegaskan keberuntungan Ramesh dalam tragedi 12 Juni lalu. Ramesh terhindar dari trauma benturan, tak terluka parah, dan sebelumnya dapat kursi tepat di sisi pintu ke luar Nomor 2.

“Jika terjadi kecelakaan seperti ini, di mana pesawat penuh bahan bakar crash landing di luar bandara menimpa bangunan, kecil kemungkinan itu adalah kecelakaan yang menyisakan korban selamat,” ucap Galea.

Meski demikian, Ramesh sendiri tidak yakin apakah ke luar dari pintu darurat atau memang dari badan pesawat yang patah dan terkoyak terbuka. “Tapi, apakah menggunakan pintu darurat itu atau ke luar lewat pecahan pesawat, tetap saja dia sangat dekat dengan jalan ke luar,” kata Galea lagi.

Galea mengungkap hasil penelitiannya sebelumnya tentang kejadian kecelakaan pesawat. Dalam sejumlah insiden yang tidak separah tragedi Air India 12 Juni lalu, dia menemukan orang-orang yang duduk dalam radius lima baris kursi dari pintu darurat cenderung bisa selamat daripada mereka yang lebih jauh daripada itu.

“Ada kemungkinan penumpang di luar radius lima baris kursi selamat, tetapi mereka terluka terlalu parah untuk bisa dievakuasi karena jauh dari pintu darurat,” katanya.

Bagikan Artikel

Berita Terkait