Tantangan TI: Ancaman Siber dan Tuntutan Efisiensi
Teknologi -.CO.ID – JAKARTA.Dunia yang semakin saling terhubung membuat tantangan terhadap sistem teknologi informasi (TI) semakin rumit. Ancaman dunia maya meningkat, permintaan daya komputasi melonjak, dan efisiensi operasional menjadi fokus utama bagi perusahaan kecil maupun besar.
Di sisi lain, dengan meningkatnya kebutuhan energi pusat data, efisiensi menjadi fokus utama. Oleh karena itu, Hewlett Packard Enterprise (HPE) Indonesia meluncurkan delapan server terbaru dari seri HPE ProLiant Compute Gen12.
Banyak server ini dirancang untuk menghadapi era hibrid dan kecerdasan buatan (AI). “Ini merupakan platform komputasi modern yang siap menghadapi tantangan era hibrid. Termasuk dalam menjawab kebutuhan keamanan dan efisiensi yang belum terpenuhi oleh infrastruktur lama,” kata Meygin Agustina,Managing Director HPE Indonesia.
Melalui platform HPE Compute Ops Management, pengguna mampu mengawasi dan mengendalikan server yang berbasiscloud dengan bantuan kecerdasan buatan. Sistem ini mampu memperkirakan penggunaan energi dan emisi karbon, serta mempermudah konfigurasi awal perangkat secara otomatis, bahkan untuk lokasi yang jauh tanpa adanya staf TI.
Tindakan ini sesuai dengan meningkatnya ancaman keamanan teknologi informasi. Secara global, kerugian akibat serangan siber diperkirakan mencapai Rp 10,5 triliun. Angka ini meliputi serangan ransomware dan crypto attack yang menargetkan infrastruktur digital dan rantai pasok perusahaan.
Server HPE ProLiant Gen12 dirancang untuk menghadapi beban kerja intensif seperti AI,analisis big data, awan hibrida, dan virtual desktop infrastructure(VDI). Dibanding dengan generasi sebelumnya, Server HPE ProLiant Gen12 memberikan peningkatan efisiensi kinerja per watt hingga 41 %, serta penghematan daya tahunan hingga 65%,
Satu unit Gen12 disebut mampu menggantikan tujuh unit dari generasi Gen10. Memungkinkan penghematan ruang dan daya di pusat data. Untuk lingkungan operasional yang memerlukan efisiensi termal tinggi, HPE juga menawarkan pilihandirect liquid cooling (DLC), sistem pendingin berbasis cairan yang 3.000 kali lebih efisien dibandingkan udara.
