Berita Terbaru

Suzuki S-Presso: Si Kecil Irit BBM yang Berani Lawan Mobil Hybrid Mahal

Suzuki S-Presso: Si Kecil Irit BBM yang Berani Lawan Mobil Hybrid Mahal


Priangan Insider –

Di tengah mahalnya harga bahan bakar dan makin tingginya kesadaran masyarakat akan efisiensi energi, mobil hemat BBM makin dicari.

Biasanya, mobil hybrid jadi jawaban instan buat mereka yang ingin irit bensin. Tapi tunggu dulu, siapa sangka sebuah city car mungil bermesin konvensional seperti Suzuki S-Presso bisa menyaingi keiritan mobil hybrid yang dua kali lipat lebih mahal?

Suzuki S-Presso bukan mobil dengan teknologi elektrifikasi. Ia dibekali mesin bensin 998 cc tiga silinder, bukan mesin canggih dengan baterai ganda.

Namun, dalam pengujian nyata di jalanan Indonesia, performa konsumsi BBM-nya justru mampu menantang mobil-mobil hybrid, termasuk Toyota Yaris Cross Hybrid yang selama ini dikenal efisien.

Berdasarkan data pengujian dari berbagai sumber dan komunitas pengguna, Suzuki S-Presso sanggup mencatatkan konsumsi bahan bakar 21–23 km per liter dalam kondisi jalan kombinasi (dalam kota dan luar kota).

Bahkan, dalam kondisi ideal seperti kecepatan konstan di tol, S-Presso bisa tembus 25 km per liter. Angka ini secara mengejutkan hampir setara dengan Yaris Cross Hybrid yang konsumsi BBM-nya berada di kisaran 26–29 km per liter.

Tapi perbedaannya jadi terasa mencolok saat bicara harga. Suzuki S-Presso dibanderol mulai dari Rp 170 jutaan, sementara Yaris Cross Hybrid berada di rentang Rp 450 jutaan.

Selisih hampir tiga ratus juta rupiah tersebut membuat S-Presso jadi pilihan yang sangat logis untuk kamu yang ingin kendaraan irit tapi tetap hemat di dompet.

Apa rahasianya? Keunggulan efisiensi S-Presso terletak pada beberapa faktor utama. Pertama, bobotnya yang super ringan, hanya sekitar 850 kg.

Dengan beban serendah itu, tenaga yang dikeluarkan mesin bisa lebih efektif dalam menggerakkan kendaraan, sehingga konsumsi bahan bakar jadi jauh lebih efisien.

Kedua, mesinnya menggunakan teknologi K10B 3-silinder yang dikenal memiliki efisiensi termal tinggi.

Mesin ini sudah digunakan di berbagai model Suzuki di negara berkembang dan terbukti tangguh, mudah dirawat, serta hemat bahan bakar.

Ketiga, transmisi AGS (Auto Gear Shift) yang digunakan juga menjadi faktor kunci. Transmisi ini secara otomatis mengatur perpindahan gigi tanpa kehilangan efisiensi seperti pada transmisi otomatis konvensional.

Hasilnya, pengemudi tetap merasakan kenyamanan berkendara, tanpa kehilangan performa hemat BBM.

Tidak hanya irit, Suzuki S-Presso juga punya desain yang unik dan fungsional. Tampilannya menyerupai SUV mini, dengan ground clearance setinggi 180 mm yang membuatnya tetap nyaman saat melewati jalanan berlubang atau genangan air.

Meskipun dimensinya mungil, kabin dalamnya terasa surprisingly lega, cukup untuk lima penumpang dewasa.

Interiornya memang sederhana, tapi fungsional. Panel speedometer digital, head unit modern, dan tata letak dashboard yang futuristik membuat mobil ini tetap terasa kekinian meski berada di segmen low-budget.

Cocok banget untuk generasi muda, first-time buyer, atau keluarga kecil yang ingin mobil kompak tapi tetap nyaman digunakan sehari-hari.

Suzuki S-Presso juga makin dilirik oleh pelaku transportasi online, mahasiswa, dan pekerja urban yang menginginkan kendaraan lincah, murah dalam perawatan, dan tentu saja irit bahan bakar.

Dengan biaya perawatan tahunan yang relatif rendah dan suku cadang yang mudah ditemukan, mobil ini menawarkan cost of ownership yang sangat bersahabat.

Kalau ditanya, apakah mobil bermesin konvensional bisa menyaingi efisiensi mobil hybrid? Jawabannya: bisa banget, selama perancangannya tepat dan teknologinya efisien.

Suzuki S-Presso sudah membuktikannya. Jadi, untuk kamu yang lagi cari mobil irit, ringkas, dan terjangkau, mungkin ini saatnya melirik S-Presso sebagai opsi yang lebih masuk akal daripada menguras tabungan untuk beli hybrid. (***)

Bagikan Artikel

Berita Terkait