Risiko Sensor CKP Kotor pada Motor Matic, Ini Dampaknya
Bahaya Mengabaikan Kebersihan Sensor CKP pada Motor Matic, Bisa Menimbulkan Masalah Berikut
Bahaya Mengabaikan Kotoran Pada Sensor CKP Motor Matic, Bisa Menimbulkan Masalah Berikut Ini
Kemampuan sensor CKP pada motor matic injeksi ini ternyata sangat berpengaruh. Seberapa besar pengaruhnya? Simak hingga selesai.
10drama.com -/ Tips dan Trik
ARSN 8 Agustus, 23:45 8 Agustus, 23:45
10drama.com –Berikut beberapa masalah yang terjadi jika kalian membiarkan sensor CKP pada motor matic kesayangan kalian kotor, perhatikan.
Biasanya, pemilik sepeda motor menganggap bahwa masalah brebet hanya disebabkan oleh throttle body, pompa bahan bakar, atau injektor yang kotor.
Meskipun komponen atau bagian pengapian juga bisa menyebabkan mesin berjalan tidak lancar.
“Komponen sistem pengapian seperti sensor CKP (Crankshaft Position Sensor) jika kotor juga dapat menyebabkan masalah,” ujar Operational Manager bengkel One Garage, Bhakti David Darmaji.
Sensor CKP pada kendaraan matic terletak di bagian sisi mesin sebelah kanan.
Letaknya berada tepat di belakang radiator, kipas pendingin, magnet, dan spul, sehingga sering tidak terlihat saat melakukan perawatan.
Kinerja sensor CKP pada motor injeksi ini ternyata sangat penting.
Yaitu untuk mengakses data kecepatan putaran dan posisi poros engkol yang selanjutnya dikirim ke ECU.
ECU mampu menentukan kapan saat pengapian busi terjadi, serta seberapa besar jumlah bahan bakar yang diberikan oleh injektor.
“Jika sensor CKP ini kotor, pembacaannya bisa mengalami kesalahan,” ujar BangWok dengan sapaannya.
“Gejalanya adalah mesin mati mendadak disertai munculnya kode 52 pada motor matic Honda atau kode 12 pada motor Yamaha,” tambahnya saat diwawancarai di Jalan Raya Pondok Aren No.62, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Kedua kode tersebut menunjukkan terdapat gangguan pada sensor CKP, termasuk karena kotor.
Oleh karena itu, mekanik yang memahami media sosial ini menyarankan untuk melakukan perawatan magnet motor matik secara rutin.
“Sekarang banyak orang yang rutin merawat throttle body hingga CVT, tetapi tidak ada yang sampai merawat magnet dan spul,” katanya.
Jadi, disarankan untuk melakukan perawatan atau pembersihan magnet motor setiap 6 bulan sekali.
Copyright 10drama.com -2025
Related Article
