Prancis Kirim Kendaraan Lapis Baja Bastion ke Ukraina Setelah Uji Coba dan Penundaan
Pabrikan Prancis Arquustelah mengirimkan kendaraan lapis baja Bastion pertama kepada Angkatan Bersenjata Ukraina setelah tiga tahun masa uji coba dan penilaian.
Model kendaraan ini, yang didasarkan pada rangka VLRA dan diproduksi oleh perusahaan anak ACMAT, secara resmi dipilih oleh pihak Ukraina setelah melalui uji coba terhadap versi yang lebih hemat. Pemilihan Bastion dianggap sebagai pilihan awal dalam segmen kendaraan lapis baja, namun tetap mampu memenuhi kebutuhan negara yang sedang berperang.
+ Tiongkok Memajukan Fujian, Kapal Induk Pertama yang Dilengkapi Katapel Elektromagnetik Aktif
Pengiriman awal sebanyak 11 unit telah diumumkan pada April 2023, namun mengalami penundaan karena belum adanya kesepakatan resmi antara pemerintah Prancis dan Ukraina. Produksi akan dilanjutkan pada tahun 2024, dengan perkiraan pengiriman pada bulan Juli. Menurut Arquus, kemampuan produksi bisa ditingkatkan hingga 100 kendaraan jika ada permintaan tambahan dari Kiev.
Selama situasi terkendala dengan Ukraina, Arquus memindahkan sebagian kapasitas produksinya ke Armenia. Kendaraan Bastion terlihat melewati wilayah Georgia pada akhir tahun 2023, setelah kunjungan Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna ke Yerevan, di mana ia mengumumkan perjanjian pasokan militer.
Prancis menekankan perlunya memperkuat sektor pertahanan Eropa, dan memutuskan untuk mengurangi bantuan kepada Ukraina dengan melakukan pembelian langsung dari Amerika Serikat.
Sumber: Militarnyi| Foto: X @Arquus_Defense | Konten ini dibuat menggunakan bantuan AI dan telah diverifikasi oleh tim editorial
