Perawatan Ringan, Ini Jenis Pelumas yang Masih Digunakan di Mobil Listrik
Jakarta, IDN Times – Salah satu keuntungan memiliki kendaraan listrik atau BEV (Battery Electric Vehicle) adalah biaya perawatannya yang lebih murah dibandingkan mobil biasa. Meskipun tidak perlu mengganti oli mesin, ternyata masih ada pelumas lain yang harus diganti secara berkala.
Mengutip situs resmi Wuling, beberapa komponen sistem penggerak masih memerlukan oli kendaraan listrik agar menjaga kinerja dan ketahanan bagian-bagian tersebut. Nah, kali iniIDN Timesakan membahas jenis oli apa saja yang perlu diganti pada mobil listrik.
1. Oli gearbox
Pertama adalah oli untuk gearbox atau transmisi. Meskipun mobil listrik biasanya hanya memiliki satu kecepatan, transmisi tetap memerlukan pelumasan agar pergerakan antara roda gigi dapat berjalan dengan lancar dan mengurangi gesekan.
Oli yang digunakan pada transmisi mobil listrik perlu memenuhi standar ketahanan terhadap panas serta memiliki viskositas tertentu, agar sesuai dengan sifat motor listrik.
Pilihan Kendaraan Listrik Kecil dengan Harga di Bawah Rp200 Juta! Apakah Kinerja Baterai Kendaraan Listrik Menurun Saat Berkendara di Daerah Pegunungan? Apakah Kendaraan Listrik Dapat Melintasi Jalur Kereta?
2. Oli sistem gardan
Sistem transmisi tetap masih digunakan dalam berbagai jenis kendaraan listrik, khususnya pada model yang memiliki sistem penggerak roda belakang atau semua roda. Oleh karena itu, oli transmisi tetap diperlukan untuk mengurangi aus dan memastikan distribusi tenaga bekerja secara efisien.
Berikut beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Selanjutnya, sejumlah kendaraan listrik menggunakan cairan pendingin berbasis oli untuk menjaga suhu motor tetap stabil, khususnya ketika kendaraan bekerja dalam kondisi beban berat atau suhu yang ekstrem, mirip dengan sistem pendingin pada mobil biasa. 2. Dalam beberapa mobil listrik, cairan pendingin yang berbasis oli digunakan untuk menjaga kestabilan suhu motor listrik, terutama saat kendaraan beroperasi dalam beban berat atau lingkungan dengan suhu ekstrem, serupa dengan cara kerja radiator pada mobil konvensional. 3. Selain itu, beberapa mobil listrik memakai cairan pendingin berbasis oli agar suhu motor tetap stabil, terutama saat kendaraan menghadapi beban berat atau suhu luar biasa, mirip dengan sistem pendingin pada mobil tradisional. 4. Beberapa kendaraan listrik juga menggunakan cairan pendingin yang berbasis oli untuk menjaga suhu mesin tetap stabil, khususnya ketika kendaraan berada dalam kondisi beban tinggi atau suhu ekstrem, seperti halnya sistem radiator pada mobil konvensional. 5. Selanjutnya, ada mobil listrik yang memanfaatkan cairan pendingin berbasis oli agar suhu motor tetap stabil, terutama saat kendaraan bekerja di bawah beban berat atau suhu yang sangat ekstrem, mirip dengan sistem pendingin pada mobil biasa.
3. Frekuensi penggantian oli
Menariknya, berbagai jenis pelumas pada mobil listrik biasanya perlu diganti setiap 40.000 hingga 100.000 kilometer sekali untuk oli transmisi atau koplingnya, tergantung merek dan tipe kendaraannya.
Berbeda dengan mobil biasa yang memerlukan penggantian oli mesin setiap lima ribu hingga sepuluh ribu kilometer. Selain itu, karena jenis oli yang digunakan pada mobil listrik tidak perlu mengatasi proses pembakaran, oli tersebut cenderung lebih bersih dan tahan lama.


