Berita Terbaru

Pemilik Mobil Wajib Tahu, Ini Batas Voltase Aki Sehat dan Siap Digunakan

Pemilik Mobil Wajib Tahu, Ini Batas Voltase Aki Sehat dan Siap Digunakan

Autonews –– Penyebab paling umum mobil mengalami kegagalan adalah masalah pada aki. Padahal, aki memiliki peran yang sangat penting dalam sistem kelistrikan kendaraan, termasuk untuk menghidupkan mesin melalui motor starter, mengaktifkan ECU, serta menyediakan daya untuk berbagai komponen elektronik lainnya.

Untuk menghindari kejutan bagi pengemudi saat mobil tiba-tiba tidak dapat dinyalakan, penting untuk memperhatikan indikator kondisi aki. Salah satu indikator yang paling mudah diperiksa adalah tegangan atau voltase aki.

Cara memeriksa tegangan aki mobil untuk mengetahui apakah masih dalam kondisi baik atau sudah waktunya diganti sangat sederhana. Tegangan normal aki ketika mesin dimatikan berkisar antara 12,6 Volt, yang menunjukkan bahwa aki terisi penuh 100 persen.

Jika angkanya sedikit lebih rendah, misalnya mendekati 12 Volt, biasanya masih dianggap normal dan kendaraan masih dapat beroperasi dengan baik. Namun, ketika mesin dinyalakan, tegangan seharusnya meningkat menjadi kisaran 13,5 hingga 14,5 Volt. Kenaikan ini terjadi karena kerja dari alternator yang mengisi ulang baterai saat mesin menyala.

Jika tegangan tetap rendah atau bahkan turun di bawah 12 Volt saat mesin dinyalakan, kemungkinan besar alternator mengalami gangguan atau aki mulai melemah.

Aki yang tidak kuat umumnya menunjukkan tegangan di bawah 11 Volt, yang dapat memengaruhi keseluruhan sistem kelistrikan mobil. Mesin mungkin sulit dihidupkan, lampu menjadi redup, atau perangkat elektronik bekerja tidak maksimal.

Jika tegangan aki turun di bawah tingkat yang biasa, pengisian ulang adalah tindakan pertama yang dapat dilakukan. Untuk aki jenis kering, proses ini cukup mudah karena hanya perlu diisi kembali dengan menggunakan alat pengisi aki.

Di sisi lain, aki basah memerlukan perawatan yang lebih intensif. Selain proses pengisian ulang, pemilik kendaraan juga harus memeriksa dan menambahkan air aki (asam) jika tingkatnya menurun.

Sangat penting untuk tidak mengisi baterai secara berlebihan (overcharge), karena hal ini justru bisa merusak sel baterai secara permanen.

Mengerti tegangan aki dan cara kerjanya bisa membantu pengemudi menghindari kemungkinan mesin mogok tiba-tiba. Dengan perawatan teratur dan pemeriksaan berkala, aki dapat bekerja dengan baik dan masa pakainya menjadi lebih lama.

Bagikan Artikel

Berita Terkait