NASA Akan Tingkatkan Kapasitas Reaktor Nuklir untuk Bulan
BADAN Antariksa Amerika Serikat atau NASAmenginginkan rencana membangun reaktor nuklir di bulan. Selama beberapa tahun terakhir, NASA telah mulai mengembangkan sistem reaksi fisi untuk dapat menghasilkan listrik sebesar 40 kiloWatt. Dari rencana awal yang bertujuan membawa manusia ke bulan pada awal tahun 2030-an, Pelaksana Tugas Administrator NASA Sean Duffy ternyata akan mengumumkan target yang lebih ambisius dalam pembangunan reaktor tersebut pada pekan ini melalui sebuah arahan terbaru.
“Petunjuk reaktor tersebut meminta NASA untuk mengajukan permohonan dari industri dalam membangun reaktor nuklir berkapasitas 100 kiloWatt yang akan diluncurkan pada tahun 2030, sebuah faktor penting bagi kembalinya astronot ke permukaan bulan,” tulis media massa.Politico dan dikutip oleh Space pada 6 Agustus 2025.
Program Artemis yang dilaksanakan NASA bertujuan untuk mengirim kembali astronot ke bulan serta membangun satu atau lebih basis di sana sekitar tahun 2030. Penggunaan energi nuklir menjadi sangat penting karena energi matahari dinilai tidak cocok untuk pos awak di bulan, mengingat rotasi bulan yang lambat sehingga menyebabkan masa malam di bulan berlangsung sekitar dua minggu dalam waktu bumi.
Cinajuga berencana membangun basis di bulan bersama Rusia dan beberapa negara lain. Arahan Duffy dikatakan bertujuan untuk mengatasi langkah Tiongkok. MenurutPolitico, petunjuk tersebut menyatakan bahwa negara pertama yang memiliki reaktor di bulan dapat ‘menetapkan zona larangan masuk, yang akan sangat menghambat Amerika Serikat’.
Duffy diangkat oleh Presiden Donald Trump sebagai Pelaksana Tugas Administrator NASA pada 9 Juli lalu, lima minggu setelah Trump mencabut rekomendasi Jared Isaacman. Orang yang terakhir ini adalah seorang pengusaha, miliarder, dan astronot swasta yang juga sahabat dekat.Elon Musk.
