Mengapa Musim Hujan Tiba Selama Libur Sekolah? Ini Dia Penjelasannya Berdasarkan Ilmu Sains
Pagi-pagi, kabut turun menyelimuti halaman. Udara terasa menggigit kulit, bahkan sebelum sempat cuci muka. Selimut jadi sahabat paling setia, dan godaan untuk tidak mandi makin besar. Inilah musim bediding-saat udara dingin merayap diam-diam ke sela-sela libur sekolah.
Seakan jadi langganan tahunan, setiap kali kalender menunjuk pertengahan tahun dan sekolah libur, udara mendadak lebih dingin dari biasanya. Tidak hanya di pegunungan, tapi juga terasa di dataran rendah.
Tapi, kok bisa ya? Apakah ini hanya kebetulan atau memang ada penjelasan ilmiahnya? Mengapa musim bediding datang justru saat anak-anak sedang libur panjang? Yuk, kita bahas dari sisi sains dan cuaca tropis Indonesia.
Apa Itu Musim Bediding?
Bediding merupakan istilah lokal yang merujuk pada kondisi udara sangat dingin, khususnya di pagi dan malam hari, yang kerap terjadi di dataran tinggi. Meski bukan istilah ilmiah resmi, bediding mencerminkan realitas mikroklimat di sejumlah wilayah Indonesia.
Menurut BMKG, fenomena udara dingin di dataran tinggi ini biasa terjadi saat musim kemarau, terutama pada bulan Juni hingga Agustus. Hal ini karena minimnya awan di langit membuat suhu permukaan bumi menurun secara signifikan pada malam hari (BMKG, 2023).
Mengapa Terjadi Saat Libur Sekolah? Ini Penjelasan Sainsnya
Libur sekolah pertengahan tahun di Indonesia biasanya bertepatan dengan puncak musim kemarau. Pada musim ini, cuaca cenderung cerah, kelembapan rendah, dan jumlah awan sedikit. Hal ini menyebabkan radiasi panas dari bumi pada malam hari tidak tertahan awan, sehingga suhu permukaan bumi turun drastis.
BMKG menjelaskan bahwa saat musim kemarau, suhu minimum bisa menurun tajam terutama di daerah pegunungan. Di beberapa daerah seperti Dieng dan Lembang, suhu bahkan dapat mencapai 6-10C di pagi hari (Kompas, 2023).
Dalam laporan LIPI (kini BRIN), dijelaskan bahwa efek pendinginan maksimum terjadi di daerah tropis saat langit cerah dan angin lemah, yang umum terjadi saat puncak musim kemarau. Inilah sebabnya bediding terasa sangat kuat saat liburan sekolah pertengahan tahun.
Faktor Geografis: Mengapa Daerah Pegunungan Lebih Terasa?
Kawasan dataran tinggi memiliki tekanan udara yang lebih rendah, yang membuat udara di sekitarnya lebih cepat mendingin. Karena itulah, tempat-tempat seperti Dieng (Jawa Tengah), Batu (Malang), dan Ruteng (Flores) kerap mengalami suhu rendah ekstrem.
Pada musim kemarau, daerah ini bisa mengalami suhu di bawah 10C, bahkan menyebabkan munculnya embun upas, yakni embun yang membeku dan menyerupai salju. Fenomena ini tercatat hampir setiap tahun dan bisa memengaruhi sektor pertanian karena tanaman jadi layu akibat beku (Kompas, 2021).
Apa Dampaknya Bagi Kita?
Meski terlihat sepele, musim bediding bisa berdampak nyata pada aktivitas harian, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Menurut keterangan dr. Erlina Burhan, dokter spesialis paru dari RS Persahabatan Jakarta, cuaca dingin dapat menyebabkan penyempitan saluran napas, membuat orang lebih mudah mengalami ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), terutama jika daya tahan tubuh sedang lemah (Kompas Health, 2022).
Selain itu, cuaca dingin dapat membuat orang enggan mandi pagi atau beraktivitas di luar rumah. Bagi pelajar yang tetap memiliki kegiatan seperti les atau pesantren kilat selama liburan, kondisi ini bisa menurunkan semangat belajar jika tidak diantisipasi dengan baik.
Bagi petani, suhu dingin ekstrem seperti embun upas bisa merusak tanaman. Di Dieng misalnya, embun beku setiap tahun menyebabkan kerugian bagi petani kentang karena daun dan batang tanaman membeku dan mati (Liputan6, 2021).
Tips Menghadapi Musim Bediding
Agar tetap sehat dan nyaman selama musim bediding, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
Kenakan pakaian hangat sejak sore hari, termasuk kaos kaki dan jaket, terutama saat tidur.Konsumsi makanan dan minuman hangat, seperti jahe, sup, atau teh panas untuk membantu menjaga suhu tubuh.Tetap mandi secara rutin, tapi usahakan mandi saat matahari mulai hangat (sekitar pukul 9-10 pagi).Jaga daya tahan tubuh dengan tidur cukup, makan bergizi, dan berolahraga ringan di dalam rumah.Lindungi tanaman dengan penutup plastik atau penyiraman ringan di pagi hari sebelum matahari terik, untuk mengurangi risiko layu karena embun beku.
***
Musim bediding mungkin terasa mengganggu bagi sebagian orang, terutama saat liburan ingin diisi dengan aktivitas di luar. Tapi di sisi lain, momen ini juga menyimpan keindahan: kabut tipis menyelimuti sawah, sinar matahari pagi menembus pepohonan, dan secangkir teh hangat terasa lebih nikmat dari biasanya.
Daripada mengeluh, mengapa tidak kita nikmati saja? Anggap saja, ini musim dingin versi tropis – tanpa perlu paspor dan tiket ke Eropa.
