Berita Terbaru

Mastel Minta Operator Perkuat Layanan Digital Untuk Atasi Dampak Pelemahan Daya Beli

Mastel Minta Operator Perkuat Layanan Digital Untuk Atasi Dampak Pelemahan Daya Beli


TechnoNews,

JAKARTA — Indonesian Internet Community (
Mastel
Dia mengusulkan supaya operator memperkokoh layanan digital mereka dan berfungsi sebagai ‘pembroker’ atau pemberdaya digital untuk tetap mendorong pertumbuhan bisnis meski ada kemungkinan pelemahan daya beli sepanjang tahun ini.

Sigit Puspito Wigati Jarot, Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Mastel, menyarankan agar para operator seluler menerapkan langkah-langkah penghematan biaya operasional serta menyusun taktik penguatan dalam ekosistem digital demi membentuk jalur pendapatan alternatif yang dapat mendukung pertumbuhannya meski sedang terjadi penurunan kemampuan konsumen membelanjakan uangnya.

Selain itu, perluasan penggelaran
5G
Selain itu, ini juga menghadirkan peluang untuk beragam jenis layanan yang bisa jadi sumber pendapatan tambahan, walaupun hal tersebut memerlukan modal signifikan.

“Sekarang untuk kedepannya, perusahaan telekomunikasi tidak hanya harus mempertahankan model bisnis mereka sebagia penyedia koneksi seperti saat ini, tetapi juga perlu berkembang menjadi ‘pemfasilitator digital’,” jelas Sigit kepada Bisnis pada hari Kamis, 1 Mei 2025.

Selanjutnya, Sigit menggarisbawahi pengaruh langsung penurunan kemampuan pembelian pada rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU). Di sini, para pelanggan condong ke arah pilihan layanan dengan harga lebih rendah.

Sigit pun menemukan beberapa alasan lain untuk penurunan produktivitas di industri telekomunikasi tahun 2024 selain kemunduran daya beli masyarakat. Alasannya mencakup tekanan dari jasa-jasa Over-The-Top (OTT) yang mulai menggantikan sebagian pelayanan konvensional, aturan peraturan ketat, tarif kompetitif antara para pemilik usaha ini, pasarnya sudah terlalu padat karena penetrasi yang luas, serta dampak situasi ekonomi dunia secara keseluruhan.

Penurunan kemampuan pembelian orang-orang sampai inflasi yang berlangsung selama beberapa bulan secara beruntun pada tahun 2024 mempengaruhi penjualan dalam beberapa kategori, seperti jaringan internet.

Kenaikan tekanan pada daya beli merusak indeks konsumen siklis, sementara itu untuk rekomendasi saham SMSM mengalaminya. Di lain pihak, PT Indosat Tbk. (ISAT) berada di posisi kedua dengan sumbangan pendapatan mencapai 28,1 persen. Pertumbuhan pendapatan Indosat meningkat sebesar 9% secara tahun-ke-tahun (YoY), yaitu senilai Rp55,9 triliun, sedangkan PT XL Axiata Tbk. menduduki peringkat ketiga dengan total pendapatan sekitar Rp34,39 triliun.

Bagikan Artikel

Berita Terkait