Berita Terbaru

LMKN Akui Keterbatasan Teknologi, Royalti Musik Masih Manual

LMKN Akui Keterbatasan Teknologi, Royalti Musik Masih Manual

Kalangan Jambi-Dua musisi ternama menyampaikan keluh kesah terkait transparansi pengelolaan royalti musik oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Mereka menganggap sistem pelaporan yang digunakan masih tertinggal karena masih menggunakan catatan manual di Microsoft Excel.

LMKN dinilai belum memanfaatkan teknologi dalam mengawasi lagu-lagu yang diputar di kafe, restoran, atau hotel, karena biaya pengadaan sistem dinilai terlalu tinggi. Komisaris LMKN, Yessi Kurniawan, menyampaikan bahwa anggaran royalti saat ini terbatas sehingga sulit digunakan untuk investasi teknologi.

Pernyataan serupa disampaikan oleh Komisaris Bernard Nainggolan yang menegaskan bahwa jika biaya teknologi diambil dari royalti, pendapatan para musisi akan berkurang. LMKN berharap pemerintah dapat memberikan dukungan agar sistem pengelolaan royalti menjadi lebih canggih dan terbuka.

Bagikan Artikel

Berita Terkait