Kapasitas Starlink Indonesia Penuh, Harga Layanan Mungkin Naik
Teknologi -,JAKARTA — Pembatasan layanan satelit dengan orbit rendahStarlinkbagi masyarakat Indonesia berpotensi menyebabkan kenaikan biaya layananinternet berbasis satelit tersebut meningkat.
Harga layanan Starlink di Indonesia saat ini berbeda-beda tergantung pada pilihan paket. Terdapat dua jenis paket utama, yaitu paket rumah tangga dan paket bisnis. Harga paket rumah tangga dimulai dari Rp750.000 per bulan hingga Rp5.378.000 per bulan.
Tindakan Starlink yang membatasi layanannya di Indonesia serta menutup akses bagi pelanggan baru dikhawatirkan akan berdampak pada kenaikan biaya layanan yang diberikan kepada pengguna.
Kepala Divisi Media Asosiasi Satelit Indonesia (Assi) Firdaus Adinugroho menyatakan bahwa hukum ekonomi, khususnya hukum penawaran dan permintaan (supply and demand), berlaku di mana pun termasuk dalam kasus Starlink.
“Maka ketika permintaan tinggi dan pasokan Starlink terbatas, harga layanannya bisa meningkat,” kata Firdaus kepada Bisnis, Minggu (13/7/2025).
Sebelumnya, pada bulan Juni 2024, layanan internet berbasis satelit Starlink yang dimiliki Elon Musk, yang beroperasi di orbit bumi rendah, diperkirakan memiliki kapasitas total throughput yang sangat besar mencapai 23,7 Terabits per detik (Tbps), melebihi kapasitas satelit orbit rendah lainnya seperti OneWeb.
Berdasarkan penjelasan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) saat mengunjungi Bisnis Indonesia, setiap satelit Starlink memiliki kapasitas total throughput sebesar 23,7 Terabits per detik (Tbps). Di sisi lain, OneWeb diperkirakan memiliki kapasitas sebesar 1,56 Tbps per satelit.
Telesat menyediakan 15 Tbps per satelit. Perbandingan kapasitas throughput ini memperkuat posisi Starlink sebagai pemimpin di industri jaringan satelit, khususnya dalam konstelasi satelit LEO.
Firdaus menekankan adanya batasan dalam penerapan undang-undang tersebut, mengingat Starlink memiliki lawan di pasar Indonesia.
Kehadiran penyedia layanan satelit dan internet lain di Indonesia menjadi hambatan bagi Starlink dalam menaikkan tarif secara mandiri.
Jika harga layanan Starlink meningkat terlalu signifikan, pelanggan bisa beralih ke penyedia layanan sejenis. Selain itu, pengguna Starlink biasanya memiliki perjanjian kontrak dengan pihak penyedia.
“Di dalam kontrak tersebut, biasanya dijelaskan secara lengkap apakah perusahaan diperkenankan mengubah biaya layanan selama masa berlakunya kontrak atau tidak,” ujar Daus.
Sebelumnya, SpaceX, perusahaan luar angkasa yang dimiliki oleh Elon Musk, mengumumkan bahwa layanan Starlink saat ini tidak dapat diakses oleh pelanggan baru di Indonesia karena kehabisan kapasitas.
Dikutip dari situs resmi Starlink, Minggu (13/7/2025), perusahaan mengumumkan bahwa pemasangan perangkat baru juga ditangguhkan sementara bagi pelanggan yang membelinya melalui toko ritel atau penjual pihak ketiga.
