Kabin HiAce Terkoyak, Nyawa Sopir Travel Melayang di Tol Cipularang KM 81
Kabin HiAce Rusak Parah, Nyawa Sopir Travel Hilang di Tol Cipularang KM 81
Kabin HiAce Hancur, Nyawa Sopir Travel Hilang di Jalan Tol Cipularang KM 81
Jiwa sopir Toyota HiACe DayTrans tidak berhasil diselamatkan di Tol Cipularang. kecelakaan dimulai dari benturan wajah dengan truk wingbox yang melaju searah
10drama.com -/ Peristiwa
Ferdian 3 Agustus, pukul 15.30 3 Agustus, pukul 15.30
10drama.com –– Toyota HiAce yang digunakan dalam perjalanan mengalami kerusakan parah setelah mengalami kecelakaan di Tol Cipularang.
Peristiwa yang menyebabkan kematian sopir tersebut terjadi tepatnya di Km 81, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (1/8/2025).
Tidak hanya sopir travel yang meninggal, kejadian ini menyebabkan dua penumpang mengalami cedera.
Kasat PJR Tol Cipularang, Ipda Jaja Desmantoro, menyampaikan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan dua kendaraan, yaitu mobil HiAce travel milik DayTrans dan truk wingbox, yang keduanya berjalan dari arah Bandung menuju Jakarta.
Saat tiba di Km 81, kendaraan travel menabrak bagian belakang truk wingbox yang sedang berada di depannya.
Kecelakaan diduga terjadi karena pengemudi mobil travel tidak cukup memperhatikan jarak keselamatan.
“Kedua kendaraan berjalan dari arah Bandung menuju Jakarta. Namun, karena pengemudi travel tidak menjaga jarak, akhirnya menabrak truk yang ada di depannya,” kata Jaja dilansir dari 10drama.com (2/8/2025).
Peristiwa kecelakaan ini kini sedang ditangani lebih lanjut oleh Satuan Laka Lantas Polres Purwakarta.
Sementara itu, dari sudut pandang keselamatan lalu lintas, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana menyampaikan bahwa tidak menjaga jarak aman antar kendaraan merupakan kebiasaan buruk bagi para pengemudi.
“Lebih tepatnya menjadi kebiasaan (tidak menjaga jarak aman). Selalu ingin berada di depan, terburu-buru sampai atau takut ketinggalan, lalu menginjak gas,” ujar Sony kepada 10drama.com.
Kebiasaan tidak menjaga jarak yang aman dapat memperbesar area titik buta (blind spot).
Ketika pengemudi mendekati kendaraan di depannya secara berlebihan, kemampuan melihat kondisi jalan menjadi terbatas.
Akibatnya, risiko bahaya yang muncul di depan sulit untuk diprediksi.
“Kebiasaan buruk ini selalu berujung pada malapetaka. Mungkin tidak segera, tapi lama kelamaan pasti terjadi,” kata Sony.
Kejadian ini menjadi pengingat yang penting bagi para pengemudi untuk senantiasa menjaga jarak keselamatan dan mematuhi prinsip berkendara yang baik.
Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan keselamatan diri sendiri, tetapi juga keselamatan seluruh pengguna jalan.
Copyright 10drama.com -2025
Related Article
