Berita Terbaru

Inilah 3 Alasan Mengapa Performa Motor Matic Anda Menurun, Cek Sekarang!

Inilah 3 Alasan Mengapa Performa Motor Matic Anda Menurun, Cek Sekarang!


Pesselnews

Untuk dapat beroperasi, sistem CVT dipakai oleh motor matic dalam memutar roda belakangnya.

Tenaga yang dipindahkan melalui mesin dikirimkan oleh berbagai komponen di dalam CVT.

Makin sering dipakai, banyak orang protes bahwa motor matic favorit mereka kelihatan kurang berdaya.

Jadi, ternyata minimal terdapat 3 sebab yang membuat akselerasi motor matic menjadi kurang berdaya.


1. Kampas Ganda Tipis

Rem ganda atau rem kopling pada transmisi variatif otomatis (CVT) sepeda motor matic sangat vital untuk memungkinkan kendaraan beroperasi dengan baik.

Kopling ganda ini akan bersentuhan dengan mangkok kopling agar mesin dapat menggerakkan kendaraan ke depan.

Oleh karena itu akibat gesekannya dengan mangkok kopling, kampas ganda tersebut akan menipis.

Ateng menyebutkan bahwa kampas ganda yang tipis pun dapat terlihat tanpa bantuan alat.

Ateng ini datang dari bengkel SRT yang berada di Jatiwaringin, Bekasi.

Klutch ganda yang sudah aus akan menyebabkan jarak antara kampas dan mangkuk kopling menjadi lebih lebar.

“Segera gantikan yang telah usang dan menipis supaya tidak licin dan menghindari kerusakan pada sprocket coping,” demikian penjelasan Ateng.


2. V-belt Aus

Setiap motor matic memiliki komponen v-belt yang berfungsi untuk mentransmisikan putaran mesin.

V-belt ini dibuat dari karet spesial dirancang untuk fleksibel sekaligus tangguh.

“Sebab dibuat dari karet, komponen ini dapat menunjukkan tanda-tanda aus,” jelas pemilik bengkel R-Auto Works (RAW), Rully.

Apabila v-belt telah usang, hal tersebut menyebabkan slippage dan daya cengkram pulley menurun.

Umumnya usia penggunaan v-belt pada motor matic bertahan sekitar 20.000 kilometer.


3. Pulley

Bagian pulley yang kadang dikenal sebagai rumah roller ini pun tidak lepas dari proses aus.

“Aus pada pulley dapat dideteksi melalui sentuhan tangan,” jelasnya saat berada di bengkel yang terletak di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Apabila pulley ini sudah aus, maka pergerakan v-belt menjadi kurang maksimal.

Akhirnya, sabuk V tersebut tidak dapat bergerak secara cepat sebab adanya keausan pada pully tempat roller dan kipas.

Jika usia penggunaan pulley kira-kira antara 25.000 sampai 30.000 kilometer.

Bagikan Artikel

Berita Terkait