Berita Terbaru

Inggris Tak Kirim Kendaraan Tempur ke Ukraina

Inggris Tak Kirim Kendaraan Tempur ke Ukraina

Pemerintah Inggris mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengirimkan kendaraan lapis baja infanteri (IFV) Warrior yang dimiliki mereka, yang saat ini sedang menunggu untuk dijual, ke Ukraina.

Keputusan tersebut didasarkan pada “kemampuan operasional yang terbatas” kendaraan tersebut serta kekhawatiran akan menambah beban logistik yang lebih berat bagi pasukan militer Ukraina.

+ Video: Robot serangan “Lyut” tampil di garis depan Ukraina

Dalam jawaban tertulis kepada anggota parlemen Partai Buruh, Peter Lamb, yang bertanya apakah kendaraan sisa bisa disumbangkan untuk membantu pertahanan Ukraina melawan Rusia, Menteri Pertahanan Luke Pollard menjelaskan bahwa meskipun sejumlah kecil kendaraan akan dihancurkan, pengiriman tersebut tidak dinilai layak.

+ Pesawat F-16 Angkatan Udara Amerika Ditampilkan dengan Kemampuan Mengangkut Hingga 42 Rudal APKWS

“Mengirim jumlah yang sangat sedikit hanya akan memperkaya keragaman armada kendaraan lapis baja Ukraina, yang pada akhirnya akan meningkatkan beban logistik dan pelatihan mereka,” kata Pollard. “Meskipun sejumlah kecil kendaraan direncanakan untuk dibuang, pemilihannya akan didasarkan pada kemudahan perawatan dan kesesuaian fungsi.”

Kendaraan tempur infanteri Warrior mulai digunakan sejak akhir tahun 1980 dan telah dipakai secara luas dalam berbagai operasi militer Angkatan Darat Inggris. Namun, masa penggunaannya akan segera berakhir. Pada tahun 2021, pemerintah mengumumkan pembatalan program pembaruan kendaraan tersebut dan memutuskan untuk menggantikannya dengan Kendaraan Infanteri Mekanis Boxer sebagai bagian dari rencana perubahan militer yang dikenal sebagaiFuture Soldier.

Pemutusan rencana pengiriman Warrior menunjukkan kecemasan yang meningkat di kalangan negara-negara Barat agar Ukraina tidak terbebani oleh armada kendaraan yang beragam dan sulit dipelihara dalam jangka panjang.

Sumber dan gambar: UK Defence Journal| Wikimedia. Konten ini dibuat dengan dukungan teknologi AI dan telah melalui proses pemeriksaan oleh tim redaksi.

Bagikan Artikel

Berita Terkait