Berita Terbaru

Hong Kong Selidiki Kebocoran Data 419 Ribu Pelanggan Louis Vuitton

Hong Kong Selidiki Kebocoran Data 419 Ribu Pelanggan Louis Vuitton

Pihak pengawas privasi di Hong Kong mengumumkan pemeriksaan terhadap kebocoran data yang menimpa Louis Vuitton. Kebocoran ini diperkirakan memengaruhi sekitar 419.000 pelanggan merek tersebut di Hong Kong, karena perusahaan mode mewah ini mengalami serangkaian insiden pelanggaran data di berbagai negara.

Berdasarkan pernyataan Kantor Komisaris Privasi untuk Data Pribadi Hong Kong (PCPD), data yang bocor mencakup nama, informasi paspor, alamat, alamat email, nomor telepon, riwayat pembelian, dan kebiasaan produk pelanggan. Namun, tidak ada informasi pembayaran yang terkena dampak.

Dalam pernyataan resmi melalui surel, Louis Vuitton, merek utama dari grup mewah LVMH, mengakui bahwa pihak yang tidak berwenang berhasil memperoleh sebagian informasi pelanggan.

Melansir Reuters(21/7), perusahaan mengungkapkan sedang berkolaborasi dengan otoritas terkait serta memberikan pemberitahuan kepada pelanggan yang terkena dampak.

  • Louis Vuitton, Honda hingga Lego Mengadu ke Pemerintah RI Mengenai Barang Palsu

PCPD menyatakan, penyelidikan juga mencakup dugaan keterlambatan Louis Vuitton dalam memberitahukan kejadian ini kepada pihak berwenang.

Kantor pusat Louis Vuitton di Prancis pertama kali mengamati aktivitas mencurigakan pada sistem komputer pada 13 Juni 2025, kemudian menemukan data pelanggan Hong Kong yang terkena dampak pada 2 Juli 2025, dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke PCPD pada 17 Juli 2025.

Pelanggaran data di Hong Kong terjadi setelah beberapa kejadian serupa terjadi di Inggris dan Korea Selatan pada awal bulan ini.

Label lainnya dari Louis Vuitton, Christian Dior Couture juga melaporkan pada bulan Mei bahwa data pelanggan mereka terkena gangguan akibat serangan siber.

Bagikan Artikel

Berita Terkait