Berita Terbaru

Calon Mahasiswa Perlu Kompetensi untuk Siap Bersaing di Dunia Kerja

Calon Mahasiswa Perlu Kompetensi untuk Siap Bersaing di Dunia Kerja

Teknologi –– Membentuk sumber daya manusia unggul tidak hanya cukup dilakukan selama masa perkuliahan. Semua hal harus dimulai dari proses penerimaan di perguruan tinggi. Memiliki kemampuan yang tinggi serta keterampilan sosial menjadi syarat utama.

Salah satu kompetensi penting dalam soft skill adalah kemampuan menguasai teknologi informasi (TI). Menghadapi tantangan tersebut, Universitas Sunan Gresik (USG) menerapkan sistem Computerized Base Test (CBT) dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Calon mahasiswa yang telah mendaftar akan melalui tahap seleksi menggunakan sistem CBT. Untuk mereka yang berada di luar kota atau daerah, dapat mengikuti ujian CBT secara jarak jauh atau hybrid. Ujian CBT yang diikuti oleh 435 calon mahasiswa berlangsung di Kampus A USG, Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, pada hari Sabtu (12/7). 

Wakil Rektor I USG Abdul Muhith menyampaikan, tes masuk menggunakan metode CBT dan hybrid ini dilakukan guna mengevaluasi potensi akademik calon mahasiswa baru.Kebijakan tersebut sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). 

“Proses seleksi mahasiswa baru tahap pertama kami lakukan menggunakan metode CBT dan hybrid. Seluruh pelaksanaannya didasarkan pada teknologi informasi (IT). Ini merupakan salah satu upaya kami dalam menjaga kualitas USG yang memiliki tagline kokoh, melesat, dan mendunia,” kata Muhith kepada Teknologi – pada Minggu (137).  

Menurut dia, USG secara konsisten menjalani seluruh proses mulai dari pendaftaran awal, pemilihan calon mahasiswa baru, sistem perkuliahan hingga tahap yudisium, dengan menekankan penggunaan sistem IT. 

“Segala sesuatu yang kami lakukan dilakukan secara terstruktur dan berstandar dengan melibatkan tim ahli CBT dari Universitas Airlangga. Kami berharap mahasiswa baru kami memiliki standar yang tinggi, termasuk mengenal sistem IT sehingga nantinya dapat lulus dengan memiliki kompetensi dan siap bersaing di dunia kerja,” katanya. 

Sehari sebelumnya, ujian masuk juga diadakan khusus untuk 47 calon mahasiswa baru Program Studi(prodi) Teknik Perawatan Pesawat Terbang. Ujian masuk untuk program ini dilakukan oleh tim ahli dari Politeknik Kirana. Mereka tidak hanya mengikuti ujian potensi akademik, tetapi juga diukur berat dan tinggi badannya. 

Sepakat dengan Muhith, Koordinator Tim Pakar IT USG Badrus Zaman menyatakan bahwa ujian masuk calon mahasiswa baru yang menggunakan sistem CBT dan hybrid bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik para pendaftar. 

“Penyelenggaraan ujian dilakukan secara hybrid. Sebagian peserta datang langsung ke kampus, sedangkan sebagian lainnya hanya berada di rumah masing-masing tetapi menggunakan sistem CBT,” katanya. 

Badrus mengatakan bahwa USG memiliki grand design kampus berbasis IT atau cyber campus. ”Sesuai arahan dari Pendiri USG Gus Jazilul Fawaid bahwa USG ini bukan sekadar kampus yang visioner, tetapi green campus yakni bagaimana kami memaksimalkan penggunaan IT dalam seluruh proses yang ada, mulai pendaftaran, tes masuk, sistem pembelajaran, administrasi dan proses lainnya,” tuturnya.  

Oleh karena itu, semangat kita bukan hanya menjadikan IT sebagai pendukung, tetapi lebih dari itu, IT menjadi penggerak utama, segala sesuatu dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Kita memulai dengan prinsip bahwa segala hal yang dapat dilakukan oleh IT didasarkan pada data, yang nantinya akan menjadi dasar pengambilan keputusan berbasis data. Semua langkah atau program kerja merujuk pada data. sambugnnya. 

Mantan Direktur IT Universitas Airlangga Surabaya itu mengklaim ujian masuk mahasiswa baru yang menggunakan sistem CBT dan hybrid terbukti sangat efisien. Terlebih lagi Mahasiswa baru Universitas Surabaya tidak hanya berasal dari wilayah Gresik dan sekitarnya, tetapi juga banyak yang datang dari luar Pulau Jawa. 

“Ada yang berasal dari Konawe, Sulawesi, Lampung, Bandung, Jakarta, dan daerah lainnya sehingga mereka tidak perlu datang ke kampus secara tradisional hanya untuk mengikuti ujian masuk, cukup menggunakan laptop dari rumah,” katanya.(*)

Bagikan Artikel

Berita Terkait