Bongkar Rahasia: Cara Aman Lihat dan Hapus Sandi Google di Chrome
J
ABEJABE.CO –
Google Chrome memang memudahkan akses ke situs-situs favorit dengan fitur penyimpanan sandi otomatis. Namun, terlalu bergantung pada fitur ini bisa menjadi jebakan. Saat perangkat dipinjam orang lain atau tersambung ke jaringan publik, semua informasi login bisa terbuka begitu saja.
Bayangkan Aldo, seorang karyawan startup, yang kehilangan laptopnya saat nongkrong di kedai kopi. Kata sandi akun bank dan media sosial otomatis tersimpan di Chrome. Saat perangkat jatuh ke tangan yang salah, semua data rentan dibobol. Menurut Aldo, “Kalau dulu cuma klik ‘simpan sandi’ tanpa mikir, sekarang harus lebih waspada. Begitu data bocor, baru terasa risikonya.”
Menghapus kata sandi tersimpan adalah langkah awal menuju digital hygiene yang lebih baik. Tidak hanya demi keamanan, tapi juga demi ketenangan pikiran.
Cara Menghapus Kata Sandi Tersimpan di Google Chrome
Menghapus kata sandi di Google Chrome tidaklah serumit instal ulang sistem operasi. Berikut langkah-langkahnya:
-
Buka Google Chrome.
-
Klik ikon tiga titik vertikal di pojok kanan atas.
-
Pilih
Settings
atau
Setelan
. -
Masuk ke bagian
Autofill
→
Passwords
atau
IsiOtomatis
→
Kata Sandi
. -
Di daftar sandi yang tersimpan, klik ikon mata untuk melihatnya (akan diminta masukkan PIN atau sidik jari).
-
Untuk menghapus, klik ikon tiga titik di samping akun → pilih
Remove
atau
Hapus
.
Tino, mahasiswa jurusan Teknik Informatika, berbagi pengalaman. “Sempat bingung cari pengaturan sandi, tapi ternyata cuma lima menit beres. Sekarang lebih tenang meski sering buka akun dari warnet kampus.”
Manfaat Menghapus Kata Sandi Tersimpan Secara Berkala
Selain alasan keamanan, ada manfaat lain dari menghapus sandi secara berkala:
-
Meningkatkan Privasi:
Tidak semua orang sadar bahwa sandi tersimpan bisa diakses siapa pun yang tahu cara membukanya. -
Menghindari Autologin Tak Sengaja:
Di perangkat publik atau bersama, login otomatis bisa memalukan. -
Membentuk Kebiasaan Aman Digital:
Rajin mengganti sandi dan tidak mengandalkan penyimpanan otomatis adalah investasi jangka panjang.
Melani, desainer grafis freelance, setuju. “Dulu merasa fitur simpan sandi itu dewa penolong. Tapi makin lama, justru bikin malas jaga keamanan akun.”
Tips Tambahan Agar Akun Lebih Aman
-
Gunakan aplikasi pengelola kata sandi seperti Bitwarden, 1Password, atau Dashlane.
-
Aktifkan autentikasi dua langkah (2FA) di semua akun penting.
-
Hindari menyimpan sandi untuk akun sensitif seperti perbankan atau pekerjaan di browser.
Keamanan digital bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Lebih baik repot sedikit di awal, daripada panik ketika akun sudah diretas.***
