AI Generatif Semakin Digemari: Dorong Kreativitas dengan Cepat, Namun Berhati-hati agar Tak Bergantung
TechNews
Sejak awal munculnya zaman digital, berbagai macam teknologi yang tadinya di luar imajinasi pun berhasil diciptakan. Salah satu contohnya ialah AI atau Kecerdasan Buatan.
AI telah berkembang dengan cepat sejak ditemukannya pertamakali di tahun 1965 dan saat ini manusia terus meluaskan penggunaannya dalam berbagai kegiatan, baik untuk menciptakan ide-ide baru maupun hanya bertanya-jawab saja. Salah satunya yang sangat populer adalah Generatif AI. Mengapa banyak orang memanfaatkan Generatif AI?
Ketertarikan pada teknologi Artificial Intelligence generatif tak lekang oleh waktu. Dalam era permintaan yang semakin kilat dan mudah, individu masa kini lebih condong kepada opsi-opsi yang sederhana, hemat upaya, serta efektif. Permohonan seperti itu pun melanda sektor imajinasi, tempat AI digunakan untuk menciptakan ilustrasi, klip visual, bahkan materi tulisan dengan kecepatan tinggi tanpa harus melewati tahapan kompleks.
Banyak orang saat ini memanfaatkan Generatif AI dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
generate
Gambar atau video tersebut. Baik itu gambar yang dibuat untuk hiburan di media sosial, ada juga pihak yang memanfaatkan teknologi Generatif AI untuk keperluan periklanan. Pertanyaannya sekarang adalah: Bisakah Generatif AI meniadakan sisi kreatif dari manusia?
Menurut
World Economic Forum
Pengaplikasian kecerdasan buatan bisa membantu manusia untuk memperkaya kreativitas mereka; namun demikian, harus ada pembatasannya supaya penerapan teknologi tersebut tak mencampuri proses berfikir kreatif milik manusia.
Maka dari itu, lebih baik jika pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) hanya digunakan sebagai sumber inspirasi dan jangan sampai bergantung pada AI supaya kemampuan kreatif otak tetap terpelihara. (*)
