Berita Terbaru

52 Persen Sampah Indonesia Tak Terkelola, AI dan IoT Berikan Nilai Ekonomis

52 Persen Sampah Indonesia Tak Terkelola, AI dan IoT Berikan Nilai Ekonomis

10drama.com –– Indonesia masih menghadapi masalah sampah yang rumit. Data dari SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional) Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa jumlah sampah yang dihasilkan pada tahun 2024 mencapai 34,6 juta ton per tahun.

Dari jumlah tersebut, sampah yang terkelola pada tahun 2024 mencapai 47,1 persen, sedangkan sisanya, yaitu sampah yang tidak terkelola sebanyak 52,9 persen. Jumlah sampah yang belum terkelola memerlukan solusi yang efektif.

Nusabin (Nusantara Bin) adalah sebuah startup yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk mengembangkan alat yang mampu mengelola limbah dengan pendekatan teknologi pengelolaan sampah cerdas. Komunitas lingkungan Trash Ranger Indonesia yang merupakancommunity empowermentdalam isu lingkungan, Nusabin didukung oleh teknologi pengelolaan sampah yang canggih.

Hal ini sesuai dengan visi Trash Ranger Indonesia yang menyatakan bahwa isu lingkungan, khususnya sampah, harus dimulai dari hulu. Selain itu, pemberdayaan komunitas yang berfokus pada edukasi, kegiatan kolaborasi, aksi bersih-bersih, serta menjadi pelaku pengelolaan sampah,” kata Pendiri Trash Ranger Indonesia, Dimas Dwi Pangestu dalam pernyataan tertulis, Senin (18/8).

Beberapa produk yang dihasilkan Nusabin antara lain Nusabin Srikandi (wadah yang mampu memisahkan sampah secara otomatis), Nusabin Nakula (tempat sampah yang dilengkapi sensor canggih bernama Ultrasonic Fill Level Sensor yang mengukur kapasitas sampah secara real-time), Nusabin Arjuna (teknologi pengelolaan sampah yang dapat mengenali lima jenis limbah, seperti sampah elektronik, kertas, plastik, PET, hingga organik), Nusabin Gatotkaca (mesin pemadat limbah yang cerdas dan bekerja secara real-time), serta Nusabin Palapa (teknologi yang mampu mengolah minyak bekas menjadi keuntungan).

“Dengan smart UCO verification dan filtration dapat cycledengan cepat, sehingga pengguna dapat menyetor minyak jernih dalam waktu kurang dari 30 detik, tanpa tumpah dan antre. Teknologi ini terintegrasi dengansmart reward systemberbasis kontribusi, dikirim langsung-bentuk nyata ekonomi sirkular berbasis keluarga,” tutup Dimas.

Bagikan Artikel

Berita Terkait