Berita Terbaru

5 Burung Malam Unik dengan Adaptasi Luar Biasa!

5 Burung Malam Unik dengan Adaptasi Luar Biasa!

Secara umum, burung adalah hewan yang aktif pada siang hari. Pada malam hari, hewan yang mampu terbang ini lebih sering beristirahat, tidur, atau menyembunyikan diri di antara dedaunan. Sebaliknya, saat siang hari, burung akan aktif terbang, mencari makanan, atau mencari pasangan.

Menariknya, banyak sekali jenis burung yang termasuk hewan nokturnal. Berbeda dengan burung diurnal yang aktif pada siang hari, burung nokturnal lebih gesit saat malam tiba. Untuk bertahan hidup dalam kegelapan malam, mereka memiliki penyesuaian yang khas, mulai dari kemampuan terbang tanpa suara hingga mampu menyatu dengan lingkungan secara sempurna. Selanjutnya, mari kita simak beberapa burung nokturnal yang unik dan mungkin belum kamu ketahui!

1. Burung hantu

Tampaknya, burung hantu adalah burung malam yang paling terkenal dan memiliki distribusi yang sangat luas. Bayangkan, burung dari famili Strigiformes ini dapat ditemukan di Amerika, Eropa, Afrika, hingga Asia Tenggara. Ia memiliki ciri fisik yang khas, seperti cakar tajam, kepala bulat, mata besar, dan paruh kecil. Mengenai ukuran, burung hantu bisa mencapai panjang 70 sentimeter dengan rentang sayap hingga 2 meter.

Dilansir Audubon, Burung hantu mampu terbang tanpa menghasilkan suara. Keadaan ini terjadi karena burung hantu memiliki bentuk sayap dan bulu yang berbeda dibandingkan dengan jenis burung lainnya. Selain itu, saat terbang, burung hantu jarang menggerakkan sayapnya sehingga suara dapat diminimalkan secara efektif. Dengan kemampuan ini, hewan tersebut bisa berburu tanpa diketahui oleh mangsanya.

2. Penguin kecil

Eudyptula minor atau penguin kecil adalah satu-satunya jenis penguin yang aktif pada malam hari. Saat penguin lain tinggal di daerah beriklim dingin, penguin kecil justru berbeda karena hidup di Australia dan Selandia Baru yang memiliki iklim hangat dan panas. DilansirBritannica, tinggi burung penguin ini berkisar antara 20 hingga 40 sentimeter dengan berat sekitar 1,2 kilogram.

Pada siang hari, penguin mungil biasanya beristirahat dan berlindung di dalam gua. Setelah matahari terbenam, baru ia keluar dari tempat persembunyiannya dan mulai melakukan aktivitasnya. Seperti penguin lainnya, penguin kecil mahir berenang serta menyelam. Selain itu, ikan teri, sarden, dan ikan yang termasuk dalam ordo Clupeiformes adalah makanan favoritnya.

3. Burung cabak

Dilansir iNaturalist, sebutan untuk burung kecil yang termasuk dalam keluarga Caprimulgidae. Burung ini dapat ditemukan di berbagai benua di dunia, kecuali Antartika. Lingkungan hidupnya beragam, mulai dari taman, hutan, dataran rendah hingga dataran tinggi. Diketahui, terdapat sekitar 80 spesies burung cagak yang menyebar di seluruh dunia.

Sebenarnya, jumlah populasi burung ini masih cukup banyak dan hewan ini tidak termasuk dalam kategori yang terancam punah. Yang menarik, burung ini sangat sulit ditemukan, bahkan oleh manusia. Hal ini terjadi karena burung ini sangat mahir bersembunyi. Dalam hal ini, ia mampu menyatu secara sempurna dengan batang pohon, ranting, dan batu-batuan karena memiliki tubuh yang kecil, bulu berwarna cokelat, serta mampu diam selama berjam-jam.

4. Kakapo

Laman Avibase menjelaskan kalau Strigops habroptilus atau kakapo adalah burung langka yang hanya ditemukan di Selandia Baru. Sebenarnya, ia termasuk dalam keluarga burung beo, tetapi kakapo tidak mampu terbang dan memiliki kebiasaan hidup di darat. Hal ini terjadi karena ia tinggal secara terpisah di Selandia Baru selama ribuan tahun. Di Selandia Baru juga tidak ada musuh alami, sehingga burung ini kehilangan kemampuan terbangnya.

Pada siang hari, kakapo akan bersembunyi di dalam lubang di bawah tanah atau celah-celah kayu. Ketika malam tiba, burung gendut berwarna hijau lumut ini baru akan keluar untuk mencari daun-daunan atau buah-buahan. Kakapo tidak memiliki cara perlindungan apa pun. Alih-alih lari, ketika bertemu dengan predator atau manusia, unggas ini hanya akan diam dan tidak bergerak.

5. Belibis eurasia

Burung dengan nama ilmiah Scolopax rusticola ini mudah dikenali melalui empat ciri, yaitu tubuh yang bulat, bulu berwarna coklat, paruh yang lurus dan panjang, serta mata besar yang terletak di bagian atas kepala. DilansirBirda, Penglihatan burung ini sangat tajam, bahkan mampu melihat hingga 360 derajat. Akibatnya, ia dapat melihat ke segala arah, mulai dari depan, samping, hingga belakang tanpa perlu berpindah tempat.

Burung eurasia dapat ditemukan di Eropa, Tengah Asia, Timur Tengah, Selatan Asia, hingga Asia Tenggara. Secara umum, ia tinggal di hutan, kebun, semak belukar, dan daerah yang lembap. Hewan ini merupakan hewan yang aktif pada malam hari dan hanya bergerak di siang hari jika terganggu atau diganggu. Terakhir, burung ini termasuk dalam kategori hewan darat yang jarang terbang.

Untuk tetap aman di malam hari, setiap burung memiliki penyesuaian khusus, seperti sayap yang mampu mengurangi suara, kemampuan bersembunyi yang baik, hingga penglihatan yang luas. Semua penyesuaian ini membantu burung dalam menghindari pemangsa dan mencari makanan. Yang menarik, kemampuan-kemampuan ini merupakan ciri khas yang tidak ditemukan pada burung aktif siang hari.

5 Fakta Menarik Burung Hantu Saw-whet, Berbunyi Seperti Gergaji! 5 Makanan Utama Burung Hantu, Termasuk Hewan Mamalia Sampai Reptil!

Bagikan Artikel

Berita Terkait