4 Fakta Mengejutkan tentang Basilika Sant’Apollinare Nuovo: Surga Mozaik Sejarah di Indonesia
Sant’Apollinare Nuovo merupakan sebuah gereja Katolik Romawi yang terletak di Ravenna, Italia. Gereja tua ini memiliki riwayat sejarah panjang yang bisa dilacak sampai ke abad kelima Masehi. Meskipun dikenal sebagai basilika, gelar tersebut tidak mencerminkan status resmi gereja ini.
minor basilica
sebagaimana status kehormatan yang diberikan Takhta Suci Vatikan kepada sejumlah bangunan gereja Katolik, kata basilika di sini merujuk kepada bentuk arsitektur Romawi kuno yang disebut dengan arsitektur basilika
(roman basilica)
yang menurut
Brittanica,
Merujuk pada desain struktural dari beberapa bangunan umum yang memiliki atap luas pada zaman Romawi Kuno dan Italia sebelum Kristianisasi, seperti pasar, balai pertemuan, dan istana peradilan.
Bangunan bergaya basilika itu secara bertahap menjelma sebagai model standar dalam pembangunan gedung gereja di daerah tersebut pasca Konferensi Nicaea pada abad keempat Masehi. Basilika Sant’Apollinare Nuovo merupakan bagian dari jejak sejarah serta budaya yang sangat berharga di kota Ravenna yang populer dan sering dikunjungi para turis. Bangunan gereja ini terlihat sederhana saat dipandang dari luar tetapi interior tempatnya penuh dengan mosaik-mosaik bersejarah nan memukau. Sebelumnya, wilayah Ravenna sempat jadi pusat Kekaisaran Roma Barat mulai abad kelima sampai runtuhnya negara tersebut, dan kemudian direnggut oleh Kerajaan Ostrogoth. Namun kerajaan tersebut sendiri akhirnya tunduk kepada Kekaisaran Romawi Timur—yang juga dikenali sebagai Empayar Bizantium—di awal abad keenam Masehi. Perubahan kendali politik tersebut menciptakan pengaruh besar sehingga membuat gereja ini mendapatkan ciri-ciri artistik mosaik ala Bizantium yang begitu memesona.
Ingin tahu lebih lanjut mengenai gereja yang dianggap sebagai warisan budaya dan seni artistik yang tak ternilai harganya di Kota Ravenna ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!
1. Dirancang pada zaman kelima Masehi dan dipenuhi dengan berbagai peristiwa penting
Menurut
laman
Resmi Turismo Italia, Basilika Sant’Apollinare Nuova menjadi salah satu gereja termuda namun penting dalam catatan sejarah kota tersebut. Pembangunan struktur agung ini dilakukan dari era penghujung abad kelima hingga permulaan abad keenam oleh sang Raja Ostrogoth yang dikenal sebagai Raja Theodoric (penguasa 493–526). Lokasi pembangunan berada di dekat kediamannya untuk fungsi kapel kerajaan Arianisme. Walaupun ia seorang praktisi Kristen, Raja Theodric memegahkan keyakinan Arianismenya sendiri—yang seringkali dipandang kontroversial dalam kalangan umat Kristiani. Setelah dominasi Kekaisaran Bizantium merenggut kendali atas area itu, basilika disucikan lagi pada tahun 561 di bawah kepemimpinan Kaisar Timur Romawi atau Bizantium yaitu Justinianus I dengan sebuah nama resmi baru.
Sanctus Martinus di Surga Emas
“Gereja Santo Martinus di Surga Emas”. Tempat ibadah ini dipersembahkan kepada penghargaan bagi Santo Martinus, Uskup Tours yang terkenal sebagai lawan dari paham Arianisme.
Basilika ini mengubah namanya sekali lagi pada tahun 865 M ketika reliquary milik Santo Apollinaris dipindahkan dari Basilika Sant’Apollinare di Classe yang ada di luar kota ke gereja ini akibat ancaman penyerangan bajak laut yang kerap kali muncul dari Laut Adriatic. Santo Apollinaris dikenal sebagai uskup pertama di Kota Ravenna pada awal Abad Pertama, menurut tradisi dia berasal dari provinsi Romawi bagian Syria masa itu dan juga diketahui sebagai salah satu murid Santo Petrus, rasul Tuhan Yesus Kristus, yang kemudian memberikan misi padanya untuk menjelma sebagai uskop di Ravenna. Dia meninggal dunia dengan cara pengorbanan diri di Ravenna setelah mendistribusikanajaran tentang Tuhan Yesus serta tetap bertahan dalam keyakinan Kristennya di depan wajah rezim Kekaisaran Romawi yang masih membengong. Agar dapat dibedakan dengan Basilika Sant’Apollinare di Classe yang letaknya diluar kota tersebut, basilika ini pun menambahkan beberapa kata.
Nouvo
Yang berarti “baru” diubah menjadi Basilika Sant’Apollinare Nuovo.
2. Memperlihatkan kemegahan sejarah melalui desain bangunannya

Seiring berlalunya zaman melewati abad-abad, Basilika Sant’Apollinare Nuovo menggambarkan kemegahan sejarahnya lewat karya seni arsitektur yang dimilikinya. Meskipun disebut sebagai basilika, gereja ini tidak memiliki statusistik semacam itu.
minor basilica
seperti yang sudah disebutkan sebelumnya namun dengan ciri-ciri arsitektur gereja Roma Kristen prakejrisitan
(Roman basilica)
Yang sering terlihat di struktur-struktur umum zaman Kekaisaran Romawi dimana salah satu fitur khasnya adalah adanya koridor sentral.
(nave)
Yang berada di antara dua jalan panjang tersebut. Dilansir
laman Ravenna Tourism,
Dari luar, Basilika Sant’Apollinare Nuovo tampak memiliki desain bangunan yang relatif sederhana. Bagian depan gedung ini terbentuk dari bahan batu bata yang dikelilingi oleh dua pilar.
pilaster)
dan jendela bertiang.
Pada struktur aslinya, gedung gereja tersebut dikepung oleh teras bertutup.
(portico)
pada keempat sisi. Di bidang arsitektur, teras yang beralaskan atap tersebut menjadi
(portico)
merupakan jalanan kecil bertutup yang didukung oleh balok-balok atau tiang dengan jarak yang teratur. Dari sudut pandang sejarah, aspek arsitekturnya adalah seperti ini:
portico
Banyak terlihat di serambi yang menjadi pintu masuk untuk kuil-kuil Yunani kuno dahulu. Sekarang, akses utama ke Gereja Basilika Sant’Apollinare Nuovo dimulai dengan serambi berbahan marmer sederhana yang berasal dari kurun waktu abad ke-16. Serambi tersebut melekat pada depan gedung gereja serta memiliki jendela pilar di tengahnya, direnovasi ulang pasca kerusakan akibat bom selama Perang Dunia Pertama (WWI).
Di bagian dalamnya memiliki 24 deret tiang dengan ciri khas tertentu.
simplified Corinthian capitals
, 12 buah pilar di sisi kiri dan 12 buah pilar di sisi kanan lorong utama gereja
(nave)
Setelah itu, di dekat gereja, tepatnya di sudut kanan serambi, terdapat menara bel langgereka bangunan yang gagah dan unik dengan bentuk bulat atau tabular pada masa sekitar Abad Kedelapan Masehi hingga kesepuluh Masehi. Gaya arsitekturnya menjadi ciri khas dari desain bangunan di Kota Ravenna.
3. Tertata dengan cantik menggunakan mozaik

Fitur yang sangat mencolok di Basilika Sant’Apollinare Nuovo ini ialah mozaik bertema agama yang memberikan pesona istimewa pada bangunan gereja. Mozaik sendiri merupakan kombinasi gambar atau corak yang dibuat menggunakan serpihan-serpihan kecil seperti batu warna-warni, gelas maupun keramik yang kemudian disusun secara sistematis ataupun acak dan dipatungkan ke dalam tembok menggunakan adukan plester sehingga membentuk keseluruhan permukaan tertentu. Beberapa literatur menyebutkan bahwa Basilika Sant’Apollinare Nuovo menjadi contoh unggulan akan rangkaian mozaik Kristiani era awal dengan umurnya telah meraih lebih dari satu milenium.
Mozaik-mozaik indah itu tersebar luas melintasi area pusat gereja, menjadikannya sebagai ciptaan artistik yang spektakuler serta jarang ada duanya. Melalui perjalanan waktu mulai zaman Kerajaan Raja Theodoric, raja etnis Ostrogoth, sampai masa rezim Kaisar Bizantium Justinian I., teknik pembuatan seni mozaik tersebut berkembang cukup signifikan.
Menurut
laman Ravenna Mosaic,
Mosaik-mosai yang mendeskripsikan aspek-aspek kehidupan Yesus Kristus terletak pada serangkaian mosaik di bagian atas. Mosaic pada tembok atas sebelah kiri mencerminkan mujizat serta parable atau kiasan hidup-Nya, sementara gambar-gambar di tembok lainnya menjelaskan episode-episode penderitaan dari Tuhan kita Yesus Kristus. Representasi Yesus Kristus ini cukup sesuai dengan pandangan ‘ideologi’ yang biasanya ada di era Abad Pertengahan. Rangkaian mosiik di area bawah tersebut juga menjadi daya tarik utama yaitu melalui ilustrasi para saint. Ada gambaran para martir yang maju menuju kepada Yesus Kristus yang tengah duduk di takhta-Nya, berserta representasi Bunda Santa dalam segala kemegahannya.
Menurut legenda turun-temurun, dikatakan bahwa Paus Gregory Besar (periode kepemimpinan tahun 590 hingga 604) sempat memohon agar sinaran cantik dari mosaik itu dibuat lebih gelap karena cahaya kuning emasnya yang begitu spektakular bisa menggangu fokus jemaat saat mereka sedang beribadah.
4. Tempat Warisan Dunia di Kota Ravenna

Basilikta Sant’Apollinare Nuovo tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah biasa melainkan juga merupakan situs warisan dunia yang dinobatkan oleh organisasi PBB UNESCO pada tahun 1996 lalu. Berdasarkan hal tersebut,
laman Visit a City,
ketika UNESCO memasukkan bangunan basilika tersebut ke dalam daftar warisan dunia, para ahli yang menilai menunjukkan bahwa baik bagian eksterior atau pun interior basilika tersebut secara visual menggambarkan perpaduan antara gaya barat dan timur yang menjadi ciri khas akhir abad ke-5 M hingga awal abad ke-6 M. Basilika Sant’Apollinare Nuovo adalah salah satu bangunan terpenting dari periode yang memiliki signifikansi dalam seni religius Kristen di Eropa.
Ravenna tidak hanya dikenal karena kekayaan sejarahnya, tetapi juga menarik banyak pengunjung melalui beragam atraksi pariwisatanya yang terdapat pada situs web resminya.
Ravenna Tourism ,
Bagi pencinta alam, kota ini menyajikan panorama pedesaan nan memesona di sekitar area perkotaaannya. Taman suaka margasatwa yang ada di deltasungai Po menghadirkan gabungan dari arus sungai, hutan pinus, serta rawa-payau; semua itu memberikan kesempatan bagi turis untuk merasakan petualangan alami melalui jalan kaki, berkuda, bersepeda, bahkan mendayungi menggunakan kayak di sungainya.
Untuk penggemar makanan, Kota Ravenna punya sajian spesial sendiri yang pastinya tidak boleh dilewatkan oleh para pencari rasa yang sedang melancong ke tempat itu.
laman
Instantly Italy,
Ravenna terkenal dengan pasta lezatnya seperti
cappelletti
,
strozzapreti
,
maltagliati
atau
passatelli
Di samping itu, terdapat berbagai masakan lezat yang berasal dariikan segar laut Adriatik.
dessert
lezat bernama
ciambella romagnola
Ravenna punya hasil produksi anggur pula.
(wine)
yang terkenal bernama
sangiovese.
Jangan lewatkan mengunjungi Ravenna dan gereja bersejarah Basilika Sant’Apollinare Nuovo ini, jika nanti ada kesempatan untuk berwisata ke Italia, ya!
