Berita Terbaru

Yang Mirip Manusia, Ini Serba-serbi Robot Humanoid

Yang Mirip Manusia, Ini Serba-serbi Robot Humanoid

Robot humanoidtelah menjadi teknologi yang populer diadopsi oleh dunia bisnis, mulai dari industri besar seperti manufaktur hingga layanan pelanggan. Di beberapa negara, robot manusia bahkan dijual untuk kebutuhan rumah tangga, misalnya sebagai asisten pribadi.

Kehadiran robot manusia dianggap mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan, mengurangi beban tugas yang dilakukan manusia, serta menawarkan solusi melalui cara kerja yang meniru pikiran (AI). Merangkum beberapa ulasan, termasuk dari situs resmiNvidia dan Science Direct, berikut penjelasan singkat mengenai humanoid, serta perannya.

Apa Itu Humanoid?

Robothumanoid memiliki bentuk fisik dan tingkah laku yang dibuat menyerupai manusia. Beberapa produk humanoid juga telah dirancang mampu meniru ekspresi wajah, berbicara, serta berkomunikasi seperti manusia.

Menurut buku Twins Digital dalam Kesehatan: Desain, Tantangan, dan Solusikarya Abdulmotaleb El Saddik, humanoid merupakan mesin buatan yang memiliki bentuk mirip manusia. Pendekatan yang bersifat antropomorfik membuat robot lebih cocok berada di lingkungan yang dibuat untuk manusia, serta mempermudah pengintegrasian dalam kegiatan sehari-hari manusia. Struktur tubuh seperti lengan, kaki, dan kepala dirancang secara teliti agar robot dapat berinteraksi secara alami dalam situasi fisik maupun sosial.

Ameca, robot humanoid di Museum of the Future Dubai, yang berkomunikasi dengan manusia. Robot ini menjadi salah satu yang paling banyak diperhatikan pengunjung pada 21 Maret 2024 (TEMPO/Mila Novita)

Hal yang sama juga dijelaskan dalam bukuEnsiklopedia Ilmu Pengetahuan Sains dan Teknologikarya Robert A. Meyers. Di sana dijelaskan bahwa robot humanoid terbentuk melalui proses digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) dalam bentuk yang menyerupai manusia. Tujuannya adalah agar mesin tersebut mampu meniru berbagai aspek fisik, kognitif, dan sosial dari manusia. Hal ini membuat robot humanoid dapat berubah menjadi asisten, guru, atau pelayan.

Dalam ulasan Science DirectPara ilmuwan menekankan bahwa humanoid bukanlah untuk meniru manusia, maupun sepenuhnya menggantikan peran manusia. Tujuan utamanya adalah menciptakan alat bantu yang baru. Teknologi ini dikembangkan untuk mempercepat beban kerja manusia, khususnya dalam lingkungan kerja yang berbahaya atau memerlukan efisiensi tinggi.

Bertahun-tahun yang lalu, sebagian besar jenis robot dibuat dengan tujuan menyelesaikan tugas secara otomatis dan berulang. Kini, robot humanoid dirancang untuk dapat bekerja sama dan memperluas kemampuan manusia.

Robot humanoid AIREC menunjukkan kemampuannya untuk mengganti popok atau mencegah luka di laboratorium Universitas Waseda di Tokyo, Jepang, 17 Februari 2025. Reuters/Kim Kyung-Hoon

Karakteristik Robot Humanoid

Buku Robot Manusia: Pemodelan dan Pengendaliandikarang oleh Dragomir N. Nenchev, Atsushi Konno, dan Teppei Tsujita, menjelaskan beberapa ciri khas robot humanoid. Berdasarkan asumsi yang terkumpul dari penelitian mereka, humanoid biasanya dirancang untuk beroperasi mandiri, baik di lingkungan industri, daerah bencana, kantor, maupun lingkungan rumah tangga.

Meskipun tingkat kemajuan mereka berbeda, seorang humanoid dianggap lebih komplit dan handal jika mampu berkomunikasi dengan manusia. Robot ini umumnya juga mampu berinteraksi secara fisik dengan manusia tanpa menimbulkan bahaya. Sementara itu, kemampuan dasarnya adalah menggunakan alat dan benda buatan manusia.

Bagikan Artikel

Berita Terkait