Berita Terbaru

X Perbarui Aturan: Larang Pelatihan Model AI dengan Konten Berbahaya

X Perbarui Aturan: Larang Pelatihan Model AI dengan Konten Berbahaya

MEDIA sosial

X

membarui aturan untuk mencegah pihak pengembang teknologi melatih kecerdasan buatan (

AI

) dengan unggahan penggunanya. Laporan

TechCrunch
,

Kamis, 5 Juni 2025, para pengembang AI tidak lagi bisa menggunakan konten dari X untuk menyempurnakan model dasar maupun model awal AI.

X Membarui Aturan

Meskipun kini aturan terbaru melarang perusahaan pengembang AI melatih kecerdasan buatan menggunakan konten di X, namun kebijakan privasinya menyatakan bahwa kolaborator pihak ketiga dapat melatih model AI di data situs kecuali pengguna memilih keluar. Perubahan kebijakan dapat mengatur X untuk membuat kesepakatan pelatihan AI dengan perusahaan pihak ketiga.

Dalam hal perkembangan AI, X diketahui telah diakuisisi oleh perusahaan milik Elon Musk, xAI, seharga 33 miliar dolar pada Maret 2025. X juga memasukkan data pengguna ke dalam model AI Grok untuk pelatihan. Perubahan kebijakan akses terhadap konten yang dilakukan X terhadap perusahaan AI lainnya, mirip dengan kesepakatan Reddit dengan Google.

Dikutip dari

The Verge

, forum online Reddit, telah menerapkan perlindungan terhadap AI crawlers atau sistem AI yang kerap digunakan pengembang dalam mengekstrak informasi dari internet. Bahkan Reddit menggugat Anthropic pada Rabu, atas klaim bahwa AI crawlers perusahaan tersebut mengakses situs tersebut lebih dari 100 ribu kali sejak Juli 2024.

Selain Reddit, The Browser Company juga menambahkan klausul serupa ke aturan penggunaan browser berfokus AI miliknya, Dia.

Sebelumnya X meluncurkan fitur pesan langsung (

direct message

) terbaru yang dinamai XChat dalam versi beta, dikutip dari

Tech Crunch

pada Jumat, 30 Mei 2025. Pakar perangkat lunak Nima Owji mengungkap XChat menyediakan fitur obrolan grup yang lebih mutakhir dan terdapat mode pesan menghilang. Pesan akan otomatis terhapus ketika dibaca dalam jangka waktu tertentu. “XChat dimaksudkan untuk menjadi versi yang lebih tangguh dari fitur DM X yang sudah ada, yang merupakan sisa dari sebelum akuisisi Twitter oleh Elon Musk,” katanya.

Bagikan Artikel

Berita Terkait