Berita Terbaru

Ulasan Film Animasi *Merah Putih One for All*

Ulasan Film Animasi *Merah Putih One for All*

Film animasi “Merah Putih One for All” memiliki niat yang baik, tetapi diproduksi pada waktu yang tidak tepat. Film animasi karya nasional ini memiliki tujuan mulia, namun eksekusinya perlu diperbaiki, mengingat film animasi karya nasional sebelumnya telah memiliki citra yang baik. Contohnya, film “Pertempuran Soerabaya” dan “Jumbo”.

Tentu saja harapan penonton, semakin maju seharusnya semakin baik dan bukan malah menurun.

Terlebih lagi tujuannya yang mulia, yaitu merayakan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 80, serta mengingatkan akan persatuan dan perhatian terhadap lingkungan. Apakah film ini berhasil menjalankan misinya?

Rasa penasaran, karena film ini dikritik tidak bagus, membuat saya datang ke bioskop.

Jika berbicara secara jujur, komunitas perfilman pada umumnya menjawab tidak, justru telah terjadi kemunduran.

Beberapa hal yang dianggap sebagai kelemahan adalah:

* Penulisan tidak cukup kuat, dengan dialog yang berulang dan konflik yang kurang menarik.

* Pengarahan kurang memadai, perlu meningkatkan metode pengaturan adegan film.

* Kualitas suara, pengaturan, dan penempatan skor dinilai tidak sesuai.

* Animasi yang mengalami kemunduran, masih terasa kasar dengan frame yang tidak stabil. Pelajarilah dari para pembuat film animasi sebelumnya.

Namun sebaiknya niat baik ini tidak tersembunyi akibat penilaian yang negatif, karena film ini masih memiliki sisi yang baik, seperti:

* Niat tulus, mengajak generasi muda untuk mengingat semangat kemerdekaan serta peduli terhadap alam sekitar.

* Pesan etika, menyampaikan pesan positif yang bermanfaat terutama bagi anak-anak dan remaja.

* Menyenangkan, anggap saja sebagai film hiburan, tanpa harapan kualitas yang terlalu tinggi. * Menghibur, anggap saja sebagai tontonan santai, tanpa ekspektasi kualitas yang terlalu tinggi. * Menyenangkan, anggap saja sebagai film hiburan, tanpa memperhatikan standar kualitas yang berlebihan. * Menghibur, anggap saja sebagai hiburan biasa, tanpa menuntut mutu yang terlalu rumit.

Tidak diragukan lagi, sebagai penggemar dan pengamat film, kita menginginkan karya yang berkualitas. Terlebih saat ini, film lokal telah mendominasi layar bioskop di negara ini. Namun, niat baik dari produsen film tersebut patut dihargai.

Bagikan Artikel

Berita Terkait