Tren Baru, Pabrikan Mobil Gunakan Sistem Audio Terkemuka
JAKARTA, 10drama.com– Produsen kendaraan semakin sering bekerja sama dengan merek audio terkenal untuk memasang sistem suara pabrik (OEM) di mobil mereka.
Dimulai dari Bose, Yamaha, hingga JBL, sistem audio merek menjadi nilai tambah, khususnya pada mobil-mobil kelas menengah hingga mewah.
Namun, bagaimana sebenarnya kualitas sistem audio yang diintegrasikan langsung oleh pabrikan tersebut?
Edy Susanto, pemilik Cartens Audio Jakarta, menyatakan bahwa kualitas sistem audio dari pabrikan yang bekerja sama dengan merek terkenal cukup memadai, namun bergantung pada pendekatan dan tingkat kepercayaan brand tersebut dalam menyesuaikan sistem audio untuk setiap model kendaraan.
“Tergantung, ya. Misalnya saya mencoba BMW Seri 7, seperti i7, itu bagus. Kualitasnya memang benar-benar baik,” ujar Edy kepada 10drama.com, yang diwawancarai tidak lama ini.
“Yang tadi G70 juga, ketika kita buka, dia berkata, ‘Kita tidak main-main, ini juga membuat audionya.’ Jadi memang ada beberapa yang dibuat secara serius dan hasilnya bagus,” kata Edy.
Sebagai informasi, BW (bandwidth) di bidang audio merujuk pada kisaran frekuensi yang dapat dihasilkan oleh sistem audio.
Semakin besar lebar pita frekuensi, semakin kaya dan jelas suara yang dapat dinikmati pengguna mulai dari nada rendah (bass) hingga nada tinggi (treble).
Edy mengatakan, meskipun beberapa produsen memberikan perhatian lebih terhadap kualitas suara, tetapi masih ada batasan, terutama mengenai biaya.
“Tapi kembali lagi, pabrikan pasti memiliki pertimbangan biaya. Misalnya saya coba kemarin yang Destinator bagus, Yamaha yang Ultimate (Premium),” katanya.
“Saya mencoba Destinator langsung di Spark, cukup bagus. Meskipun sistemnya sangat sederhana, hanya speaker Yamaha, menggunakan DSP MP, 4 channel, tanpa subwoofer. Oke saja,” kata Edy.
“Tapi, kalau pelanggan berkata, ‘Ah, tapi harganya berbeda nih Ultimate, itu 30 juta,’ ya lebih baik saya membeli yang aftermarket seharga 30 juta. Kembali lagi ke selera,” katanya.
Namun, ia juga menegaskan bahwa tidak semua sistem aksesori otomotif lebih unggul. Bahkan, beberapa sistem audio bawaan dari merek terkenal dinilai kurang memuaskan.
“Tetapi jika ditanya, ‘Apakah ada aftermarket yang buruk?’ Ada. Land Cruiser. Dengan JBL-nya, sangat buruk. Jadi terkadang ada merek, ya customer yang sudah terbiasa mendengar pasti bisa tahu,” ujar Edy.
