Berita Terbaru

Toyota Tingkatkan Harga Mobil Mulai Juli Ini

Toyota Tingkatkan Harga Mobil Mulai Juli Ini

Tekno.CO.ID,JAKARTA – Produsen mobil Jepang Toyota Motor Corp akan menaikkan harga beberapa kendaraan lebih dari Rp 3,2 juta. Kenaikan tersebut akan berlaku mulai bulan Juli ini.

Namun jangan khawatir, kenaikan harga mobil tersebut bukan untuk pasar Indonesia. Menurut

Bloomberg News

kenaikan tersebut dilakukan oleh Toyota untuk pasar Amerika Serikat.

Beberapa model bermerek Toyota dan Lexus akan mengalami kenaikan harga masing-masing rata-rata Rp 4,4 juta dan Rp 3,4 juta, kata laporan itu, mengutip Nobu Sunaga, juru bicara perusahaan.

Sebelumnya dilaporkan Toyota mengisyaratkan bahwa harga mobil pabrikannya yang dijual di Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar akan naik dalam waktu dekat sebagai respons atas tarif impor yang ditetapkan pemerintah AS.

Toyota menyusul sejumlah produsen otomotif seperti Ford dan Subaru yang melakukan tindakan serupa. Meski hal ini sudah diprediksi sebelumnya, pernyataan langsung dari petinggi Toyota menandakan bahwa kenaikan harga hampir tak terhindarkan.

Chief Operating Officer Toyota Motor North America Mark Templin dalam wawancara dengan Wards Auto mengungkapkan bahwa tarif impor kendaraan sebesar 25 persen tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang tanpa menyebabkan lonjakan harga yang signifikan.

Menurutnya, keterjangkauan harga mobil sudah menjadi tantangan, dan tarif 25 persen akan membuat mobil baru di luar jangkauan banyak warga AS.

Tarif ini diperkirakan akan sangat berdampak pada Toyota, karena hampir separuh dari mobil yang mereka jual di Amerika Serikat merupakan hasil impor. Model populer seperti Toyota 4Runner, Crown Signia, Land Cruiser, dan GR86 diproduksi di Jepang, sementara Tacoma berasal dari Meksiko.

Meski demikian, Toyota tetap memiliki jejak produksi yang besar di AS. Perusahaan ini memperkerjakan hampir 48.000 orang secara langsung di AS dan mengoperasikan 11 pabrik manufaktur di negara tersebut.

Templin menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan merugikan para pemasok, mendorong harga kendaraan naik lebih tinggi lagi, dan menyebabkan penurunan penjualan mobil.

Ia juga mengingatkan agar konsumen tidak berharap biaya perbaikan mobil akan tetap murah. Pasalnya, kenaikan harga suku cadang akan membuat biaya perbaikan, baik untuk mobil baru maupun bekas, ikut melonjak.

“Pungutan atas suku cadang akan berdampak negatif pada rantai pasok otomotif, menyebabkan harga naik, penjualan kendaraan menurun, dan biaya perbaikan kendaraan menjadi lebih mahal bagi pelanggan,” katanya.

Templin menambahkan bahwa pihaknya berharap pemerintahan Presiden AS Donald Trump memahami konsekuensi dari tarif terhadap kendaraan impor dan rapuhnya rantai pasok global.

Bagikan Artikel

Berita Terkait