Rolls-Royce Menghanyutkan Phantom Senilai £500 Ribu ke Kolam Renang untuk Rayakan 100 Tahun Mobilnya
Minggu lalu, Plymouth menjadi tempat dari salah satu momen paling terkenal dalam sejarah budaya dan otomotif Inggris. Untuk merayakan seratus tahunRolls-Royce Phantom, merek mewah tersebut memilih Tinside Lido yang indah sebagai tempat perayaan yang menggabungkan musik, mitos, dan keanggunan – mencapai puncaknya dengan tindakan berani menghanyutkan sebuah mobil limusin Phantom bernilai £500 ribu.
Tindakan ini terinspirasi dari salah satu kisah paling ikonik dalam dunia rock ‘n’ roll: saat, berusia 21 tahun, drummer The Who, Keith Moon, dilaporkan melemparkan Rolls-Royce miliknya ke dalam kolam hotel di Amerika.
Serikat.
+ Royal Enfield Guerrilla 450 hadir dalam varian warna baru “Shadow Ash” yang memperkuat tampilan khas streetfighter.
Untuk menghormati aksi ikonik tersebut serta perayaan ulang tahun ke-79 yang ke-79 dari musisi tersebut, Rolls-Royce memutuskan untuk mewujudkan legenda menjadi nyata dengan menyelamkan sebuah Phantom di Tinside Lido.

Acara ini bukan hanya sekadar kegiatan promosi. Pemerintah Kota Plymouth dan Plymouth Active Leisure sementara menutup Lido, namun alih-alih menghalangi pengunjung, mereka justru memanggil perenang lokal untuk ikut serta dalam pengalaman ini.
Hasilnya merupakan momen istimewa yang menghubungkan komunitas dengan kemewahan internasional, menjadikan Plymouth sebagai titik perhatian di peta dunia.
Karya-karya berupa gambar dan video akan didistribusikan secara global, menunjukkan keindahan, kreativitas, serta ambisi kota tersebut, yang memiliki kemampuan untuk menarik kerja sama di masa depan dari merek-merek ternama.
+ Video: Phantom tenggelam di Plymouth dalam perayaan seratus tahun legenda
‘Sihir murni Plymouth’
Anggota dewan Tudor Evans, ketua komite kota, menekankan betapa pentingnya momen tersebut:
Ini adalah keajaiban murni Plymouth. Bahwa Rolls-Royce memilih Tinside Lido untuk merayakan seratus tahun Phantom adalah momen yang tak terlupakan. Plymouth memiliki hubungan kuat dengan band-band seperti The Beatles, yang tampil di sini pada tahun 60-an dan difoto di Hoe saat syuting The Magical Mystery Tour, serta tokoh-tokoh penting seperti David Bowie dan Pink Floyd. Musik mengalir dalam darah kami.
Seperti Phantom, Lido merupakan simbol gaya yang tak lekang dan sifat khas Inggris. Setelah direnovasi dengan dana jutaan, ruangan Art Déco ini kini lebih bersemangat daripada sebelumnya, memperkuat posisinya sebagai latar ideal untuk perayaan yang menggabungkan budaya, desain, dan semangat laut.
Phantom dan kaitannya dengan musik

Hubungan antara Rolls-Royce dan musik populer sejalan dengan usia industri rekaman. Jauh sebelum John Lennon, Elvis Presley, atau Pharrell Williams, seniman seperti Duke Ellington, Fred Astaire, Count Basie, Ravi Shankar, Édith Piaf, dan Sam Cooke telah menganggap merek ini sebagai simbol utama keberhasilan dan ekspresi artistik.
Pemilik Rolls-Royce yang terkenal tidak hanya melibatkan para pengusaha dan tokoh musik seperti Brian Epstein, Berry Gordy, dan Ahmet Ertegun.
Di antara berbagai model, Phantom paling dekat dengan dunia musik. Selama delapan generasi dan seratus tahun, kendaraan luar biasa ini dipilih oleh beberapa tokoh paling kreatif dan berpengaruh dalam sejarah, menjadikannya sebagai penghargaan tertinggi bagi kejeniusan kreatif.
Phantom terus menjadi simbol dari puncak keunggulan teknologi, bahan berkualitas tinggi, dan pengrajan tangan yang sempurna, tetap menjadi produk mewah yang paling ikonik di dunia – sekaligus sebagai permukaan kosong untuk mengekspresikan identitas para pemiliknya.
Sumber dan gambar: Hellorayo| Rolls-Royce. Konten ini dibuat menggunakan bantuan AI dan diperiksa oleh tim redaksi.
