Penjualan Kendaraan Turun, Malaysia Naik, Gaikindo Minta Insentif Lagi
Lintaskriminal.co.id –– Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap pemerintah dapat turut serta dalam mendukung penjualan kendaraan baru di Tanah Air, seperti yang terjadi selama masa pandemi sebelumnya. Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menyatakan bahwa hal ini merupakan upaya untuk waspada terhadap agresivitas Malaysia dalam menjual kendaraan, sehingga perbedaan angka penjualan antara keduanya tidak begitu jauh pada tahun 2024 lalu.
“Ini merupakan peran pemerintah yang sangat penting. Kami berharap dalam jangka pendek, seharusnya terdapat insentif seperti pada masa pandemi,” ujar Kukuh dilansir dari Antara, Senin (18/8).
Menurutnya, Malaysia berhasil menjual kendaraan sekitar 816.747 unit pada tahun 2025. Angka ini tidak terlalu berbeda jauh dengan yang diraih oleh Indonesia. Pada periode yang sama, Indonesia dengan data yang disampaikan oleh Gaikindo mampu mencatatkan angka penjualan sebesar 865.723 unit.
Meski demikian, terdapat informasi bahwa Malaysia menunjukkan kinerja yang cukup baik sehingga mampu mendekati angka penjualan yang dimiliki oleh Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, data yang disampaikan oleh ASEAN Automotive Federation (AAF), Indonesia masih berada di posisi terdepan dalam periode Januari hingga Mei 2025.
“Mulai penjualan bulan Januari hingga Mei 2025, data untuk Juli belum dirilis. Sumber datanya berasal dari AAF, Indonesia masih menduduki posisi teratas dibandingkan Malaysia,” katanya.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan pada semester pertama tahun 2025, khususnya penjualan eceran (dari diler kepada konsumen), mencapai 390.467 unit. Meskipun demikian, angka ini belum menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Sedangkan dalam catatanWholesales(dari Pabrik ke Agen), Gaikindo juga mencatat penurunan sebesar 8,6 persen atau hanya mampu terjual 374.740 unit, dibandingkan sebelumnya yang mencapai 410.020 unit.
“Itu juga merupakan peringatan. Karena kemudian perbedaannya antara Indonesia dan Malaysia itu kecil,” katanya.
