Berita Terbaru

Pembangkit Nuklir Terapung Pertama Dunia dari Rusia

Pembangkit Nuklir Terapung Pertama Dunia dari Rusia

Autonews –, JAKARTA – Kami menghabiskan lebih dari 30 menit di depan pintu pemeriksaanpembangkit listrik tenaga nuklirAkademi Lomonosov. Jaket dan pakaian hangat terasa belum cukup untuk menghadapi penurunan suhu udara yang tiba-tiba mencapai 0 derajat Celsius.

Pengawasan pembangkit tenaga listrik yang mengapung milik perusahaan nuklir besarRusia, Rosatom, di Pevek, Laut Timur Siberia, sangat ketat. Itu merupakan pemeriksaan yang kedua. Pada pemeriksaan pertama, rombongan media dari Asia dan Afrika ditempatkan dalam satu ruangan.

Kami diminta untuk meninggalkan peralatan elektronik seperti ponsel hingga jam tangan cerdas (smart watch). Kami hanya diperkenankan membawa kamera danmemory cardyang telah terdaftar nomor serinya jauh sebelum keberangkatan.

Pemeriksaan pertama dan kedua tidak terlalu berbeda, keduanya dilakukan dengan mengecek paspor dan kartu kunjungan ke Rusia. Perbedaannya terletak pada pemeriksaan kedua yang lebih mendetail. Petugas bahkan meminta untuk melepas sepatu dan menghentak-hentakkannya ke lantai guna memeriksa apakah ada alat tertentu di dalamnya.

Sebenarnya, ketika tiba di Bandara Pevek, awak media telah diperiksa kelengkapan dokumen oleh aparat. Bahkan, sejak di bandara mereka diberi peringatan agar tidak mengabadikan gambar secara sembarangan.

Setelah melewati pemeriksaan yang ketat di pintu masuk, kami berjalan sekitar 100 hingga 200 meter menuju dermaga kapal.Floating Nuclear Power Plant(FNPP) Akademisi Lomonosov. Selanjutnya, kami memasuki ruang rapat untukbriefingkeselamatan saat berada di kapal.

Adrey Zaslvsky, Direktur Pelaksana FNPP, menjelaskan proses pembuatan kapal tersebut, kapasitas kapal, serta tingkat keamanannya.

“Kami secara teratur melakukan pemeriksaan radiasi di kapal ini, selama lebih dari 5 tahun beroperasi, kapal ini dinyatakan aman,” katanya.

FNPP Akademik Lomonosov merupakan pembangkit listrik tenaga nuklir yang berada di atas kapal, yang dimulai pembuatannya sejak tahun 2007 dan mendapat izin untuk beroperasi pada tahun 2019. Kapal dengan berat mati 21.560 ton ini mulai menghasilkan energi listrik pada akhir 2019 dan mulai didistribusikan secara komersial pada awal 2020.

Panjang kapal mencapai 144,2 meter, dengan lebar sebesar 30 meter dan tinggi sisi yang mencapai 10 meter. Kapal ini dilengkapi empat lantai serta delapan lantai di bagian atas yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter.

Kapal ini dilengkapi dua reaktor KLT-40S, serupa dengan jenis kapal pemecah es. Seperti yang diketahui, pada tahun 1959, Uni Soviet – sekarang Rusia – menciptakan rekor dengan menghasilkan kapal pemecah es berbahan bakar nuklir pertama di dunia bernama Lenin.

Saat ini, Atomflot, perusahaan anak dari Rosatom yang mengelola Rute Laut Utara, memiliki delapan kapal pemecah es berbahan bakar nuklir. Kemampuan kapal nuklir ini mampu memotong es dengan ketebalan 3 meter dan dapat beroperasi hingga 7 tahun tanpa perlu mengisi ulang bahan bakar.

Teknologi reaktor KLT-40 memiliki catatan keamanan yang baik dalam armada kapal pemecah es nuklir Rusia. Reaktor tersebut beroperasi di atas kapal pemecah es Yamal dan 50 Let Pobedy.

Selain itu, FNPP Akademik Lomonosov mampu bertahan selama 5 tahun tanpa perlu mengisi bahan bakar U-235. Pada akhir tahun lalu, pengisian bahan bakar baru saja dilakukan.

Kapal ini mampu menghasilkan daya setara dengan 70 megawatt listrik dan 50 gigakalori per jam energi termal yang digunakan untuk memanaskan rumah serta air panas bagi penduduk. Selama beroperasi, kapal ini berhasil mengurangi sebanyak 390.000 ton emisi gas rumah kaca yang terlepas ke atmosfer.

Satu kapal ini mampu memenuhi kebutuhan energi sebanyak 100.000 penduduk. Namun, di Pevek, pasokan listrik tidak hanya tersedia bagi 5.000 penduduk, tetapi juga digunakan oleh industri pertambangan hingga pelabuhan.

Rencananya, FNPP akan menggantikan kapasitas PLTN Bilibino—sebuah kawasan yang sama dengan Pevek, yang telah beroperasi sejak 1974, serta PLTN Chaunskaya yang sudah berusia lebih dari 70 tahun. Kedua pembangkit nuklir konvensional tersebut akan dihentikan operasinya (decommissioning).

Inspeksi Kapal Akademik Lomonosov

Setelah makan siang dan menikmati secangkir kopi hangat di ruang makan kapal, rombongan media diajak berkeliling FNPP. Dengan enam lantai, setiap lantai dapat dicapai melalui tangga atau lift. Perlu diketahui, hanya terdapat dua lift di Pevek, satu di kapal dan satunya lagi di rumah sakit.

Kapal memiliki lambung yang dilas penuh dan dibagi menjadi sepuluh ruang oleh dinding pemisah. Ruang-ruang ini membentuk unit akomodasi serta unit layanan atau instalasi reaktor yang menghasilkan listrik dan panas.

Unit layanan dibuat dengan memperhatikan kondisi iklim. Unit ini terbuat dari baja khusus yang mampu bertahan pada suhu rendah hingga -40 derajat Celsius. Bagian bawah kapal tahan terhadap korosi berkat perlindungan elektrokimia serta lapisan cat dan pernis yang tahan es.

Unit layanan dipisahkan dari area tempat tinggal menggunakan partisi yang kedap. Berupa dinding vertikal di dalam badan kapal yang berfungsi sebagai penghalang biologis dan fisik terhadap ancaman radiasi. Ruang reaktor dilengkapi dengan baja khusus yang sangat tebal.

” Tingkat keamanan dibuat secara bertingkat,” ujar Kirill Klimenko, Kepala Layanan Operasi Peralatan Turbin Reaktor FNPP.

Unit akomodasi menyediakan berbagai fasilitas untuk kru kapal, mulai dari tempat tidur (85 unit), perpustakaan, ruang olahraga, kafe, kolam renang, sauna, bar, serta fasilitas kesehatan. Terdapat foto Mike Tyson dan Arnold Schwarzenegger di sudut ruangan.gym.

Kapal ini memiliki 135 tenaga ahli yang bergantian setiap dua bulan. Sementara itu, tenaga pendukung seperti tim dapur, administrasi, dan sebagainya dapat mencapai jumlah 500 orang.

Saat tiba di ruang layanan untuk pemasangan listrik dan termal, suara reaktor yang berada di bawahnya hampir tidak terdengar. Berbeda dengan di luar kapal, di mana suara mesin mampu terdengar hingga jarak 100-200 meter.

Jurnalis juga pernah diajak masuk ke ruang operator listrik serta kapten kapal. Pengambilan gambar di ruang tersebut dibatasi. Begitu pula saat berada di dermaga kapal, pengambilan gambar sepenuhnya dilarang kecuali dilakukan oleh awak kapal.

Setelah menjelajahi kapal pembangkit nuklir yang mengapung, tim media diminta untuk menyerahkanmemory carduntuk mengecek hasil foto dan videonya. Beberapa hari kemudian, perangkat penyimpanan rekaman tersebut dikembalikan.

Bagikan Artikel

Berita Terkait