Berita Terbaru

OJK Ungkap Kekuatan Bank Kecil Hadapi Risiko Kredit Macet dan Likuiditas Rendah

OJK Ungkap Kekuatan Bank Kecil Hadapi Risiko Kredit Macet dan Likuiditas Rendah

Lintaskriminal.co.id -, JAKARTA – Industri perbankansaat ini menghadapi berbagai risiko ekonomi yang memengaruhi penurunan kualitas aset serta tekanan terhadap likuiditas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan situasi ketahanan bank-bank kecil di tengah berbagai tantangan yang ada.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan dalam situasi yang tidak pasti baik secara global maupun domestik, OJK mendorong bank untuk lebih memprioritaskan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan operasionalnya.

Walaupun mengalami penurunan, kredit perbankan tetap mengalami pertumbuhan. Selain itu, besarnya kredit yang bermasalah dapat dikendalikan sehingga memicu penurunan NPLgross,” kata Dian dalam jawaban tertulis beberapa waktu lalu.

Dalam situasi yang penuh ketidakpastian, ia menyatakan bahwa kinerja bank-bank kecil dalam kelompok KBMI 1 dan KBMI 2 masih tercatat baik. Bahkan, menurut Dian, pertumbuhan kredit tertinggi dari tahun ke tahun justru terjadi pada bank-bank yang masuk dalam KBMI 1, khususnya bank yang terkait dengan platform digital.

Tidak hanya itu, pengelolaan risiko kredit juga telah dilakukan oleh bank dengan modal inti di bawah Rp14 triliun, yang terlihat daricoverageCKPN yang tinggi. Rasio NPL dan LaR KBMI pada 1 Juni 2025 mencapai 2,61% dan 10,37%, lebih rendah dibandingkan dengan masa sebelum wabah Covid-19.

Sementara itu, dari segi likuiditas, bank KBMI 1 dan KBMI 2 dalam kondisi yang cukup memadai dengan rasio AL/NCD dan AL/DPK masing-masing sebesar 177,13% dan 34,38% serta 205,56% dan 40,80%, atau berada di atas tingkat yang ditetapkan.threshold.

Selain itu, ketahanan bank dalam kelompok KBMI 1 dan KBMI 2 masih cukup baik dengan rasio CAR yang jauh melebihi standar.thresholdyaitu 30,75% dan 36,56% [Juni 2025] yang diharapkan mampu menjadibufferdalam memahami potensi risiko,” jelas Dian.

Rasio kredit terhadap tabungan atau LDR KBMI 1 mencapai 81,96%, menunjukkan masih ada kesempatan untuk memperluas pinjaman dengan didukung oleh likuiditas yang cukup.

“Dengan likuiditas yang cukup dan risiko yang tetap terkendali, serta mempertimbangkan bahwa proporsi aset KBMI 1 hanya sekitar 10% dari total aset perbankan, dapat disimpulkan bahwa kemungkinan munculnya risiko sistemik dari bank-bank kecil sangat rendah,” ujar Dian.

Selanjutnya, mengingat proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan stabil meskipun ada ketidakpastian global, sektor perbankan masih mampu memanfaatkan peluang bisnis yang ada untuk meningkatkan kontribusinya dalam mendukung perkembangan ekonomi nasional.

“Langkah tersebut dilakukan dengan tetap memperkuat kerangka manajemen risiko dan tata kelola yang lebih responsif serta mampu beradaptasi terhadap ketidakpastian. Pendekatan yang proaktif menjadi kunci dalam memastikan stabilitas sistem keuangan dan kelangsungan bisnis di tengah situasi yang terus berubah,” tutup Dian.

Bagikan Artikel

Berita Terkait