Berita Terbaru

Mobil Listrik Langka di Sumsel, Ini Penyebabnya

Mobil Listrik Langka di Sumsel, Ini Penyebabnya

Mobil Listrik Masih Jarang Ditemukan Di Sumatera Selatan, Berikut Penjelasannya

Mobil Listrik Masih Jarang Ditemukan Di Sumatera Selatan, Ini Penyebabnya

Berkeliling Kota Palembang, Sumatera Selatan pada hari Sabtu-Minggu (6-7/7) terlihat sangat jarang mobil listrik berlalu-lalang.

Autonews -/ News

Hendra Juli 8th, 7:20 pagi Juli 8th, 7:20 pagi Autonews -Berkeliling Kota Palembang, Sumatera Selatan Sabtu-Minggu (5-6/7) terlihat sangat jarang mobil listrik berlalu lalang.

Berbeda dengan kota-kota besar di Pulau Jawa yang sudah terbiasa melihat kendaraan listrik.

Meskipun beberapa produsen mobil listrik sudah memiliki jaringan, seperti Wuling dan segera BYD.

David Gunawan, Kepala Wilayah Astra Daihatsu Sumbagsel menyampaikan bahwa jumlah kendaraan listrik masih terbatas di Sumatera Selatan.

Menurutnya, terdapat beberapa alasan mengapa mobil listrik belum begitu banyak beredar dibandingkan dengan Pulau Jawa.

“Seseorang pasti mempertimbangkan manfaat dari sebuah kendaraan saat membelinya,” kata saat diwawancarai dalam acara Daihatsu Kumpul Sahabat, Minggu (6/7)

Di Jakarta, menurutnya, jumlah mobil listrik yang terjual sangat tinggi karena manfaat yang dirasakan cukup besar.

“Pasti mobil listrik tidak terkena aturan ganjil-genap,” katanya.

Sementara di Sumatera, menurut David, tidak terdapat wilayah Gage ini.

Berikutnya, penggunaan mobil di kota besar memiliki tingkat yang sangat tinggi.

“Sebagai contoh di Jakarta. Kegiatan berkendara sangat jauh, misalnya tinggal di Tangerang dan bekerja di Bekasi. Jarak tempuh pengguna sangat besar bisa mencapai 100 km,” katanya.

Dengan demikian, secara praktis terasa jelas adanya ketika menggunakan kendaraan listrik.

Di wilayah Sumatera, kebiasaan berkendara hanya terbatas di kota-kota saja.

“Jarak tempuh sehari paling jauh tidak melebihi 20 km,” katanya.

Jika bekerja di luar kota, maka umumnya mereka akan menyewa kos.

Selanjutnya, infrastruktur seperti SPKLU masih tergolong sedikit.

“Kenyamanan penggunaan masih belum memadai, apalagi jika harus pergi ke luar kota, seperti ke Sekayu atau Bandar Lampung. Jika terjadi sesuatu, tentu tidak sepraktis mobil berbahan bakar minyak,” jelasnya.

     

Copyright Autonews -2025

Related Article

Bagikan Artikel

Berita Terkait