Berita Terbaru

Militer Israel Tahan Dua Anggota WHO Pasca Serangan

Militer Israel Tahan Dua Anggota WHO Pasca Serangan

Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengungkapkan serangan yang dilakukan Israel terhadap tempat tinggal staf mereka di Gaza. Dua anggota staf WHO beserta dua orang keluarga mereka saat ini ditahan oleh militer Israel.

“Tempat tinggal karyawan di Deir al Balah, #Gaza, diserang tiga kali hari ini, serta gudang utamanya,” kata Sekretaris Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus melalui akun resmi X-nya, Senin (21/7).

Ia menyampaikan, militer Israel memasuki tempat tinggal staf WHO, memaksa perempuan dan anak-anak untuk berjalan kaki menuju Al-Mawasi sebagai tempat evakuasi di tengah perang yang sedang berlangsung. Menurutnya, staf pria serta anggota keluarga ditangkap, diperlakukan telanjang, diaudit di lokasi, dan diperiksa dengan senjata mengarah.

Dua petugas WHO dan dua anggota keluarga ditahan. Tiga orang kemudian dilepaskan, sedangkan satu petugas masih dalam tahanan,” katanya.

  • SIAPA: 500 Ribu Penduduk Gaza Mengalami Kelaparan Parah Karena Blokade Bantuan Oleh Israel
  • Israel Menambah Anggaran Sebesar Rp 203,7 Triliun untuk Konflik dengan Iran dan Gaza

Ghebreyesus menyampaikan, 32 karyawan WHO dan anggota keluarganya akan dievakuasi ke kantor WHO secepat mungkin ketika akses tersedia. WHO meminta pelepasan segera bagi staf yang ditahan serta perlindungan terhadap seluruh stafnya.

Pengarahan evakuasi terbaru di Deir al Balah telah memengaruhi beberapa lokasi yang menjadi fokus WHO. Hal ini menghambat kemampuan organisasi kesehatan tersebut dalam menjalankan operasinya di Gaza dan semakin memperparah kondisi sistem kesehatan di daerah tersebut.

Gudang utama WHO yang berada di Deir al Balah berada dalam area evakuasi, namun kini telah rusak akibat serangan yang menyebabkan ledakan dan kebakaran di dalamnya.

Ia menyatakan bahwa kemampuan WHO dalam memberikan dukungan yang memadai kepada rumah sakit, tim medis darurat, dan mitra kesehatan, yang saat ini sangat kekurangan obat-obatan, bahan bakar, serta peralatan, kini sangat terbatas. Hal ini terutama disebabkan oleh gudang utama yang tidak beroperasi dan sebagian besar pasokan medis di Gaza yang mulai menipis.

Ghebreyesus mengimbau negara-negara anggota agar berkontribusi dalam memastikan pasokan medis yang stabil dan terus-menerus sampai ke Gaza. Ia juga menekankan perlunya segera dijalin gencatan senjata.

“Perdamaian tidak hanya diperlukan, tetapi sudah terlambat,” katanya.

Bagikan Artikel

Berita Terkait