Berita Terbaru

Meta Gelar Rebutan Saham Scale AI, Google Mundur: Panasnya Persaingan Industri AI

Meta Gelar Rebutan Saham Scale AI, Google Mundur: Panasnya Persaingan Industri AI


FLORES TERKINI

– Industri kecerdasan buatan (AI) diguncang oleh keputusan mengejutkan Google yang menghentikan kerja sama dengan Scale AI, setelah Meta resmi mengakuisisi 49% saham di perusahaan penyedia layanan pelabelan data tersebut. Keputusan ini menandai titik balik dalam dinamika bisnis AI, di mana netralitas penyedia layanan data kini menjadi perhatian utama para pemain besar.

Menurut laporan eksklusif Reuters pada Jumat, 13 Juni 2025, Google semula berencana mengucurkan dana hingga 200 juta dolar AS tahun ini untuk layanan pelabelan data dari Scale AI. Layanan itu selama ini digunakan untuk melatih model AI milik Google, termasuk Gemini, yang menjadi pesaing utama ChatGPT dari OpenAI.

Namun akuisisi signifikan oleh Meta membuat Google memilih mundur. Kekhawatiran utama adalah potensi kebocoran data sensitif dan informasi riset yang sangat krusial dalam pengembangan model AI. Langkah ini disebut sebagai upaya Google untuk menjaga kemandirian dan kerahasiaan strategi riset dan pengembangan (R&D) mereka di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Kesepakatan Meta-Scale menjadi titik balik. Laboratorium AI terkemuka kini menyadari bahwa netralitas bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” ungkap Jonathan Siddharth, CEO Turing, salah satu pesaing Scale AI.

Google bukan satu-satunya yang mengambil langkah drastis. Microsoft, xAI milik Elon Musk, dan sejumlah pemain besar lainnya juga mempertimbangkan restrukturisasi hubungan dengan Scale. Meskipun OpenAI menyatakan akan tetap memanfaatkan jasa Scale, mereka menegaskan bahwa perusahaan tersebut hanya salah satu dari banyak penyedia layanan yang mereka gunakan.

Langkah Meta bukan hanya menimbulkan ketegangan, tapi juga berdampak langsung pada masa depan bisnis Scale AI. CEO Scale, Alexandr Wang, dikabarkan akan bergabung dengan Meta untuk memimpin tim AI. Valuasi Scale pun melonjak tajam, dari 14 miliar menjadi 29 miliar dolar AS setelah kesepakatan.

Meski perwakilan Scale menegaskan komitmen terhadap perlindungan data pelanggan, kenyataan bahwa beberapa klien utama mulai menarik diri menjadi tantangan besar. Tahun lalu, Google saja menyumbang sekitar 150 juta dolar AS untuk layanan mereka.

Di sisi lain, kondisi ini menjadi peluang emas bagi para pesaing. Perusahaan seperti Labelbox, Handshake, Turing, dan Mercor mengalami lonjakan permintaan yang signifikan. CEO Handshake, Garrett Lord, bahkan menyebut permintaan layanan pelabelan data naik tiga kali lipat hanya dalam semalam.

“Ini adalah momen besar bagi pemain-pemain baru. Banyak laboratorium AI kini sadar bahwa untuk tetap unggul, kendali atas data harus berada di tangan mereka sendiri,” kata Brendan Foody, CEO Mercor.

Transformasi cepat dalam lanskap industri AI ini menunjukkan bahwa kontrol atas data dan keamanan informasi menjadi pilar baru dalam persaingan. Akuisisi Meta atas Scale AI bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan titik awal dari babak baru dalam perlombaan teknologi AI global.***

Bagikan Artikel

Berita Terkait