Berita Terbaru

Mengenal Teknologi Bodycam Petugas Imigrasi

Mengenal Teknologi Bodycam Petugas Imigrasi

10drama.com –, Jakarta – Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia kini sedang memulai penerapan teknologibodycam atau kamera tubuh yang akan dipasang pada petugas imigrasi sebagai bagian dari usaha untuk meningkatkan kejelasan dan pertanggungjawaban dalam pelaksanaan tugas mereka.

Penerapan kamera tubuhtujuan dari ini adalah memastikan bahwa setiap interaksi dan tindakan yang dilakukan oleh petugas dapat dicatat secara jelas serta menjadi bukti objektif jika terjadi kejadian atau tuduhan penyimpangan selama proses pemeriksaan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi, Sandi Andaryadi, mengungkapkan bahwa dengan pemanfaatanbodycam, setiap interaksi yang terjadi di lapangan antara petugas imigrasi dan masyarakat akan dicatat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa petugas mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, serta menyediakan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan jika terjadi kejadian yang melibatkan petugas.

Sandi menyampaikan bahwa penerapan teknologibodycam ini tidak hanya bertujuan untuk mengawasi kinerja petugas, tetapi juga sebagai tindakan untuk memperkuat pengawasan internal dan memastikan bahwa pelayanan keimigrasian di Indonesia berjalan sesuai dengan standar yang bersih dan profesional.

“Ini juga merupakan langkah memperkuat pengawasan internal guna memberikan pelayanan keimigrasian yang bersih dan profesional,” kata Sandi sebagaimana dilaporkan dariAntara, pada Jumat, 25 Juli 2025. Pemasangan kamera tubuh ini menjadi tanda perubahan positif dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan publik di bidang keimigrasian.

Sebagai simbolis peluncuran penggunaan bodycam, Sandi Andaryadi langsung memberikan cincinbodycam kepada lima petugas Imigrasi di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Soekarno-Hatta pada hari yang sama, yaitu pukul 01.00 WIB dalam sebuah apel bersama.

Acara ini juga dihadiri oleh beberapa pejabat penting, antara lain Direktur Kepatuhan Internal, Baron Ichsan; Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta, Pamuji Raharja; serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdhana.

Sandi menjelaskan bahwa penerapan bodycam Petugas imigrasi ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas dan kejelasan dalam menjalankan tugas mereka, khususnya di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dengan penggunaan teknologi ini, diharapkan mampu memperkuat pengawasan terhadap kesesuaian petugas dalam melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Selain itu, bodycam juga akan berfungsi sebagai alat perlindungan bagi petugas imigrasi, yang mampu menunjukkan bahwa mereka telah bertindak sesuai prosedur meskipun ada tuduhan penyimpangan atau pelanggaran yang dialamatkan kepada mereka.

Selanjutnya mulai Jumat ini, setidaknya 24 personel di TPI Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta petugas yang menangani fungsi intelijen akan diberikan denganbodycam,” kata Sandi. Penerapan teknologibodycam ini akan dilakukan secara bertahap, dengan harapan bahwa dalam waktu dekat seluruh petugas imigrasi akan diberikan alat yang mampu meningkatkan profesionalisme mereka di lapangan.

Sandi menekankan bahwa seluruh petugas imigrasi perlu siap menghadapi pengawasan, penilaian, serta bertanggung jawab penuh atas setiap tindakan dan keputusan yang diambil saat menjalankan pekerjaan mereka.

Selain itu, Direktur Kepatuhan Internal Direktorat Jenderal Imigrasi, Baron Ichsan, pada kesempatan yang sama juga menegaskan kepada seluruh jajarannya mengenai kepentingan menciptakan budaya patuh, terbuka, dan jujur di dalam organisasi. Menurutnya, penerapan teknologibodycam ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kejelasan dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga untuk membentuk suasana yang lebih nyaman dan adil bagi petugas serta masyarakat yang menerima pelayanan.

“Secara keseluruhan, momentum ini mencerminkan komitmen para pegawai Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta terhadap perkembangan teknologi, profesionalitas, serta upaya dalam membentuk lingkungan yang lebih aman dan adil bagi petugas maupun masyarakat,” ujar Baron Ichsan.

Ade Ridwan Yandwiputra membantu dalam penulisan artikel ini.

Bagikan Artikel

Berita Terkait