Korika Tekankan Peta Jalan AI Indonesia Harus Mandiri
Autonews -,JAKARTA— Konsorsium Penelitian dan Inovasi Industri Kecerdasan Buatan (KORIKA) menegaskan penyusunan Peta Jalan atauRoadmap Artificial intelligence(AI) 2025–2030 tidak cukup hanya meniru aturan atau model dari negara lain.
Rencana pengembangan kecerdasan buatan perlu dibuat dengan mempertimbangkan nilai budaya, pengetahuan setempat, serta kebutuhan khusus masyarakat Indonesia.
Ketua KORIKA Hammam Riza menyatakan, peta jalan kebijakan AI nasional yang sedang disempurnakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) perlu dirancang dengan mempertimbangkan konteks agar teknologi AI benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia secara inklusif dan berkelanjutan.
“Kita tidak dapat mengambil begitu saja aturan atau regulasi yang ada di luar negeri dan menerapkannya langsung di Indonesia. Namun, tentu saja harus disesuaikan dengan konteks budaya kita, pengetahuan tradisional kita, warisan kita, dan budaya kita,” ujar Hammam saat diwawancara dalam acara World AI Show Indonesia 2025 di Jakarta pada Selasa (8/7/2025).
Menurutnya, roadmap yang akan dirilis pada bulan Agustus mendatang mencakup tujuh bidang utama dalam pengembangan kecerdasan buatan, mulai dari etika, kebijakan, data, infrastruktur, sumber daya manusia, penelitian, hingga contoh penerapan di sektor industri.
KORIKA sebagai pengatur ekosistem inovasi juga menyiapkan rekomendasi dari setiap bidang strategis yang ada.
Dalam penyusunan roadmap, KORIKA juga menggunakan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) serta strategi Threats, Opportunities, Weaknesses, Strengths (TAUS) untuk menentukan prioritas dan langkah-langkah cepat yang dapat segera dilakukan sebagai awal dari penerapan.
Selanjutnya, Hammam menekankan pentingnya menjaga kekuasaan data nasional dalam kondisi pemanfaatan AI yang semakin pesat di tingkat global. Ia menyampaikan bahwa jika data Indonesia tidak dikelola sendiri, maka sangat rentan digunakan secara bebas oleh pengembang asing.
“Data yang berkaitan dengan budaya kita, data yang terkait dengan diri kita sendiri, akan menjadi bahan yang digunakan oleh berbagai model AI. Jika kita tidak mengelola data-data tersebut, maka kita tidak lagi memiliki kekuasaan atas data kita,” katanya.
Hammam menyatakan Roadmap AI Indonesia ditujukan untuk menciptakan solusi nyata di berbagai sektor utama seperti pertanian, kesehatan, kemaritiman, penanggulangan bencana, serta pengembangan kota pintar.
Sebagai bagian dari strategi nasional menuju Indonesia Emas 2045, roadmap AI ini dibuat melalui kerja sama antara pemerintah, sektor industri, akademisi, dan masyarakat. Hammam menekankan bahwa AI adalah milik bersama, dan tanggung jawab dalam pengembangannya tidak bisa hanya dipegang oleh pemerintah.
“AI adalah milik semua orang. Jadi, tidak hanya pemerintah yang bertanggung jawab dalam mengembangkan teknologi ini. Namun juga dari sektor industri, akademisi, dan komunitas. Semua pihak ini merupakan bagian penting dalam perkembangan AI,” katanya.
