Kasus Mahasiswa KKN di Lumajang, Honda Vario Dijual Rp 1,5 Juta
Geger Kasus Mahasiswa KKN di Lumajang, Honda Vario Jadi Korban yang Dijual Hanya Rp 1,5 Juta
Geger Kasus Mahasiswa KKN di Lumajang, Honda Vario Jadi Korban Dijual Hanya Rp 1,5 Juta
Pengakuan Saman (32), pelaku pencurian dua sepeda motor Honda Vario milik mahasiswa KKN di Kantor Desa Alun-alun, Ranuyoso, Lumajang, telah terjual seharga Rp 1,5 juta
10drama.com -/ Peristiwa
Irsyaad W 19 Agustus, pukul 09.30 19 Agustus, pukul 09.30
10drama.com –– Kasus menarik perhatian terkait pencurian sepeda motor oleh mahasiswa yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Karena pelaku menjual sepeda motor Honda Vario milik korban dengan harga Rp 1,5 juta kepada pihak penadah di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Diketahui tempat kejadian pencurian saat sepeda motor Vario korban sedang diparkir di Kantor Desa Alun-alun, Ranuyoso, kabupaten Lumajang.
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, mengungkapkan bahwa tersangka bernama Saman (32) yang telah ditangkap dan temannya, Sohib, yang masih dalam pencarian, menjual dua unit Honda Vario milik mahasiswa KKN dengan harga Rp 3 juta.
“Artinya, setiap sepeda motor dijual dengan harga Rp 1,5 juta. Padahal, motor yang dicuri keduanya merupakan tipe Honda Vario yang masih memiliki nilai jual tinggi di pasaran,” kata Alex di Mapolres Lumajang, akhir pekan lalu dikutip dari 10drama.com.
Alex menambahkan, data mengenai harga jual tersebut masih akan diperiksa lebih lanjut karena pelaku yang terlibat dalam penjualan sepeda motor tersebut belum tertangkap.
“Ini adalah keterangan sementara, nanti kita akan memeriksa langsung dengan pelaku utamanya yang saat ini masih dalam pencarian,” katanya.
Selain mengejar pelaku, pihak kepolisian juga sedang melakukan pencarian terhadap keberadaan sepeda motor matik yang dicuri serta para penadahnya.
“Mesinnya hingga saat ini belum ditemukan, ini sedang kita cari beserta dengan penadahnya. Kelak akan kita cocokkan keterangan antara tersangka satu dengan yang lain,” katanya.
Alex menegaskan bahwa jika Vario yang dicuri dari mahasiswa KKN ditemukan, pihak kepolisian akan segera mengembalikannya kepada pemiliknya tanpa memungut biaya apa pun.
Mahasiswa hanya perlu menunjukkan dokumen resmi kendaraannya, dan motor dapat langsung dibawa pulang. Semoga kita segera menemukan semua dokumen tersebut dan bisa segera diambil tanpa biaya,” tambahnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap satu tersangka pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh mahasiswa KKN di Desa Alun-alun, serta tiga pelaku pencurian serupa di rumah Kepala Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh.
Pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh mahasiswa KKN di Lumajang terjadi sebanyak dua kali dalam jangka waktu hanya tiga hari, yaitu di Kantor Desa Alun-alun dan Rumah Kepala Desa Tempeh Tengah, dengan total empat unit sepeda motor hilang.
Tiga di antaranya adalah milik mahasiswa Universitas Jember, sedangkan satu lainnya merupakan milik mahasiswa Universitas Islam KH Achmad Shidiq (UIN KHAS) Jember.
Akibat kejadian tersebut, delapan universitas peserta KKN kolaboratif di Lumajang terpaksa mengambil 1.328 mahasiswanya meskipun program KKN belum selesai.
Copyright 10drama.com -2025
Related Article
