Honda Win Jadi Pelat Merah, Ini Kedua Tipe yang Ada di Indonesia
Langsung Jadi Kendaraan Merah, Begini Cerita Honda Win di Negeri Ini, Ternyata Ada Dua Jenis
Langsung Berubah Jadi Merah, Begini Cerita Honda Win di Negeri Ini, Ternyata Ada Dua Jenis Langsung Menjadi Merah, Inilah Kehidupan Honda Win di Tanah Air, Ternyata Ada Dua Macam Segera Berubah Jadi Merah, Ini Pengalaman Honda Win di Indonesia, Ternyata Ada Dua Versi Berganti Warna Merah Langsung, Begini Kisah Honda Win di Negara Ini, Ternyata Ada Dua Tipe Berubah Jadi Merah Secara Cepat, Inilah Cerita Honda Win di Tanah Air, Ternyata Ada Dua Jenis Tiba-Tiba Jadi Merah, Ini Narasi Honda Win di Negeri Ini, Ternyata Ada Dua Model Berubah Langsung Jadi Merah, Begini Sejarah Honda Win di Indonesia, Ternyata Ada Dua Tipe Segera Berwarna Merah, Inilah Kehidupan Honda Win di Tanah Air, Ternyata Ada Dua Jenis Mengubah Warna Jadi Merah Langsung, Ini Cerita Honda Win di Negeri Ini, Ternyata Ada Dua Tipe Berubah Jadi Merah Secara Instan, Begini Kisah Honda Win di Indonesia, Ternyata Ada Dua Varian
Membicarakan Honda Win, ternyata motor ini awalnya muncul di Tanah Air bukan hanya dalam satu jenis saja. Mari kembali mengenang kisahnya.
Autonews -/ Knowledge
Dida Argadea 10 Juli, pukul 19.30 10 Juli, pukul 19.30
Autonews –Honda Win menjadi salah satu sepeda motor lawas yang kini banyak diminati untuk dirombak.
Karena secara desain, Win memang cukup menarik karena memiliki bentuk seperti motor trail atau sport, tetapi dengan mesin yang mirip bebek.
Selain itu, berat motor ini juga ringan dan nyaman untuk digunakan dalam perjalanan singkat, sehingga terasa cocok digunakan di kota-kota modern yang semakin padat.
Ngomongin Honda Win, ternyata motor ini dulu lahir di Tanah Air bukan cuma dalam satu tipe lho.
Sambil merenung, mari kita kembali membahas sejarah motor dengan mesin 97,2 cc ini.
Pada awal kemunculannya pada tahun 1984, sebenarnya Win bukanlah mesin yang langsung menjadi favorit utama.
Salah satu alasannya, secara bentuk dia dianggap sedikit tidak biasa.
Karena di tahun segitu memang lagi populer motor yang punya bodi cenderung membulat, sementara Win justru sebaliknya, serba mengotak.
Untungnya, pada saat itu motor ini justru mendapat perhatian dari instansi pemerintah dan akhirnya dipesan.
Motor yang memiliki jenis rangka masuk ke dalam kategori ‘grasshopper’ akhirnya banyak digunakan sebagai kendaraan dinas pemerintah.
Dimulai dari penggunaan oleh Pegadaian, Pemda, PLN, BRI, Koperasi, Kantor Pos, Polisi Laut hingga TNI.
Sebagai kendaraan dinas, tampilan asli dari Win dihilangkan, dan dilapisi dengan warna khas instansi masing-masing.
Menariknya, saat ini livery khas instansi tersebut juga banyak yang ikut dirombak, bahkan yang masih asli justru menjadi incaran.
Honda Win sebelumnya hadir dalam dua jenis, yaitu standar dan semi-trail yang tampilannya lebih tangguh.
Berbeda dengan versi standar yang memiliki roda depan dan belakang berukuran 17 inci, tipe semi-trail ini menggunakan ukuran roda yang berbeda.
Spesifiknya menggunakan velg berukuran 18 inci di bagian depan, sedangkan di belakang menggunakan 17 inci.
Selain itu, ban juga menggunakan yang memiliki alur kasar sehingga lebih nyaman digunakan untuk berjalan-jalan ke desa-desa pada masa itu.
Jangan lupa, motor semi-trail ini memiliki pelindung depan besar dari bahan plastik yang terletak di bagian atas segitiga, khas pada motor trail.
Sementara versi standar menggunakan pelindung logam dan ditempatkan di bagian tabung shock depan, mirip dengan motor sport pada umumnya.
Meski memiliki gaya yang berbeda, namun jika membicarakan mesin keduanya sama.
Mereka berdua dilengkapi mesin 4 langkah SOHC 1 silinder, dengan ukuran bore dan stroke 50 mm x 49,5 mm sehingga menghasilkan kapasitas bersih sebesar 97,2 cc.
Sistem pengapian telah memakai CDI, dan rasio kompresinya rendah yaitu 8,8:1.
Daya maksimum sebesar 8 dk pada kecepatan 8.000 rpm dengan torsi 7,45 Nm pada putaran 5.000 rpm, dikirim ke roda belakang melalui transmisi manual 4-percepatan.
Jangkauan produksi Honda Win cukup lama, yaitu dari tahun 1984 hingga 2005. Motor yang diproduksi pada tahun 1984 sampai 1985 merupakan seri awal, dan namanya belum menggunakan tambahan 100.
Secara bentuk juga sedikit berbeda dengan versi Win yang lebih baru.
Misalnya lampu depannya sedikit lebih kecil dan berbentuk kotak, spionnya masih sangat kuno, serta mesinnya di cat dengan warna hitam.
Sementara Win yang dibuat setelah tahun 1985 atau mulai akhir dekade 80-an, bentuk lampu depannya sedikit lebih besar dan bodinya memiliki garis-garis yang lebih mencolok.
Setiap tahun, desain stripingnya selalu diperbaharui sehingga terdapat berbagai variasi.
Sebagai tambahan informasi, Honda Win pernah diekspor ke beberapa negara di ASEAN, yaitu sejak tahun 1999.
Bagaimana, Sobat Autonews – ada yang masih memiliki Honda Win?
Copyright Autonews -2025
Related Article
