Hanya 10 Unit, Mobil Listrik Belum Digemari Warga Maluku Utara
10drama.com -, TERNATE— Di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, kendaraan berbahan listrik mulai sering terlihat berjalan di jalan raya.
Suara mesin yang hampir tidak terdengar, desainnya yang modern, serta janji sebagai kendaraan ramah lingkungan membuatnya semakin populer di kalangan masyarakat perkotaan.
Namun, kondisi yang berbeda terjadi di Provinsi Maluku Utara.
Sampai saat ini, kendaraan listrik belum mampu memikat perhatian sebagian besar penduduk di provinsi kepulauan tersebut.
Meskipun pemerintah pusat hingga PLN terus mendorong peralihan ke kendaraan beremisi rendah, masyarakat Maluku Utara tampaknya masih enggan beralih dari kendaraan konvensional.
Apa sesungguhnya menjadi hambatan?
Berdasarkan data dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Maluku Utara, jumlah kendaraan bertenaga listrik yang tercatat di kawasan tersebut masih sangat sedikit.
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Malut, Kompol Ranto Eko Mardayanto, menyampaikan bahwa pengguna mobil listrik masih terbilang sedikit.
“Kini memang sudah ada, tetapi jumlahnya kurang dari 10 unit untuk kendaraan empat roda, dan sekitar 50 unit motor listrik yang tersebar di seluruh kabupaten/kota,” katanya, Selasa (19/8/2025).
Bahkan, selama pelaksanaan Operasi Patuh Kie Raha, Ditlantas tidak menemukan pelanggaran yang melibatkan kendaraan listrik. Mayoritas pelanggaran masih di dominasi oleh kendaraan konvensional.
Wilayah Geografis dan Kebiasaan Tradisional
Salah satu hambatan utama yang dialami kendaraan listrik di Maluku Utara adalah kondisi geografis daerah tersebut. Karena adanya banyak area berbukit, pegunungan, dan lereng curam, masyarakat masih cenderung lebih percaya pada kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil karena dinilai lebih kuat dalam menghadapi medan yang sulit.
“Wilayah ini memiliki banyak kemiringan, gunung, dan jalur yang sulit. Masyarakat belum sepenuhnya percaya terhadap kinerja kendaraan listrik dalam kondisi demikian,” kata Kompol Ranto.
Selain itu, faktor kebiasaan juga berpengaruh. Masyarakat sudah terbiasa menggunakan kendaraan konvensional, dan perubahan menuju kendaraan listrik masih terasa asing.
Meskipun jumlah penggemarnya masih terbatas, upaya untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik mulai ditingkatkan. Pada 24 September 2023, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ternate secara resmi meluncurkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pertama di Kota Ternate.
“Ini merupakan langkah awal dalam mendukung program nasional pengurangan gas rumah kaca,” ujar Maman Sulaiman, Manajer PT PLN UP3 Ternate.
Di masa depan, PLN berencana membangun tambahan SPKLU di 10 kabupaten/kota di Maluku Utara, khususnya di area umum seperti pusat perbelanjaan, bandara, dan terminal.
“Kami siap memberikan dukungan dari segi infrastruktur. Pemerintah juga telah memberikan insentif berupa pengurangan pajak untuk kendaraan listrik. Kami berharap ke depan masyarakat mulai beralih,” ujar Maman.
Meski infrastruktur secara perlahan mulai dibangun dan regulasi semakin diperkuat, tantangan dalam penerimaan kendaraan listrik di Maluku Utara masih tergolong besar.
Dari segi pendidikan, kepercayaan terhadap teknologi, hingga kesiapan infrastruktur pendukung seperti bengkel khusus dan kelengkapan suku cadang, semuanya memerlukan waktu.
Namun, bagi sejumlah kecil penduduk yang telah mencoba kendaraan berbahan bakar listrik, alasan mereka sederhana: efisiensi pengeluaran dan lebih baik untuk lingkungan.
Tindakan kecil memang, tetapi bisa menjadi awal dari perubahan besar. (*)
