Curhat Siswanto, Penjaga Kos yang Stres Dihakimi Soal Kasus Arya Daru
Berikut adalah pernyataan Siswanto, penjaga kos Arya Daru.
Ia mengakui merasa kewalahan karena terus-menerus ditanya mengenai kasus Arya Daru.
Siswanto sempat merasa takut ketika dijemput oleh sebuah mobil.
Masih ada banyak pertanyaan besar mengenai kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (39).
Sementara penyelidikan sedang berlangsung, perhatian masyarakat kini tertuju pada penjaga kos yang tinggal di tempat Arya, yang mengakui merasa stres dan takut. Ia bahkan terlihat dibawa oleh sejumlah orang tak dikenal menggunakan mobil.
Perilaku pengurus kos yang terekam kamera CCTV sebelum jenazah Arya ditemukan turut memperdalam misteri.
Berdasarkan rekaman yang beredar luas, laki-laki bernama Siswanto terlihat mondar-mandir di depan kamar Arya Daru pada jam-jam yang mencurigakan.
Perilaku mereka dikatakan tidak biasa, terutama ketika korban ditemukan meninggal dengan kepala dibungkus lakban.
Siswanto akhirnya memberikan pernyataan, menyampaikan kecemasannya kepada seorang teman, Andi, yang bekerja di toko elektronik. Ia mengakui merasa kewalahan karena terus-menerus ditanyai oleh pihak kepolisian.
“Dia mengeluh, stres karena terus-menerus ditanya. Dia tidak tahu apa-apa tentang kematian Arya,” kata Andi dilansir dari Tribun Jakarta, Senin (14/7/2025).
Andi juga menyampaikan bahwa Siswanto pernah dijemput oleh beberapa orang dengan menggunakan mobil pada hari Sabtu (12/7/2025).
Pada saat itu, wajahnya terlihat takut.
“Ketika dia masuk ke sini, tidak lama kemudian ada yang menjemputnya dengan mobil. Dia terus melirik ke belakang saat pergi, seolah-olah takut,” katanya.
Meski demikian, Andi tidak yakin apakah orang yang menjemput adalah petugas kepolisian atau tidak.
Rekaman kamera pengawasan yang beredar menunjukkan Siswanto melewati depan kamar Arya pada Selasa (8/7/2025) dini hari pukul 00.27 WIB.
Ia tampak sedang berbicara melalui telepon dengan mode speaker sambil berhenti dan menengok ke arah kamar korban. Ia muncul kembali pada pukul 05.20 WIB, bahkan memandang melalui jendela kamar Arya.
Merupakan respons terhadap tindakan tersebut, pihak kepolisian memberikan penjelasan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam, menyampaikan bahwa Siswanto sering kali memeriksa kamar atas permintaan istri Arya Daru yang tidak dapat menghubungi suaminya sejak malam Senin.
“Benar, istrinya meminta penjaga kos untuk mengecek karena ponsel suaminya mati,” katanya.
Diketahui, istri Arya pernah menghubunginya pada pukul 21.00 WIB, tetapi tidak direspon. Hingga pagi hari berikutnya, ponsel tetap tidak bisa dihubungi.
Pukul 08.00 WIB, dia meminta tukang kos membuka kamar Arya. Bersama seorang pria, Siswanto kemudian merusak jendela kamar dan menemukan Arya sudah tidak bernyawa di atas tempat tidur, kepalanya dibungkus lakban, berbalut selimut biru.
Berdasarkan penyelidikan awal, Arya Daru terlihat melakukan aktivitas pada malam Senin pukul 22.30 WIB.
Ia terlihat mengambil makanan, membuang sampah, lalu menyapa petugas kos sebelum masuk ke kamarnya.
“Korban terlihat di area dapur, lalu menghampiri penjaga kos, ‘ayo mas’, sebelum memasuki kamar,” ujar Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahandhi.
Salah satu hal yang juga menjadi perhatian masyarakat adalah posisi kamera CCTV di area kos. Netizen menyoroti bahwa pada malam kejadian, jendela dan pintu kamar Arya tidak terlihat dalam rekaman CCTV.
Namun, ketika jenazah ditemukan, arah kamera tiba-tiba berubah dan menunjukkan lokasi tersebut secara jelas. Pihak kepolisian menyatakan bahwa hal ini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut.
“TKP memiliki batasannya juga. Untuk membuat peristiwa tersebut menjadi utuh, tentu akan diurutkan. Nanti dari lingkaran tersebut diperbesar lagi, sehingga ceritanya menjadi fakta yang tidak dapat dibantah,” kata Kombes Ade Ary.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan memeriksa seluruh bukti, termasuk perangkat CCTV dan rekaman secara laboratorium untuk memastikan keaslian serta urutan kejadian.
“Untuk mengungkap kebenaran, berbagai alat dan data akan dicari serta diteliti, termasuk pemeriksaan di laboratorium,” tambahnya.
Sebagai informasi, Arya Daru Pangayunan ditemukan meninggal di kamarnya di Guest House Gondia, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7/2025).
Kematian seorang diplomat muda memicu kekhawatiran masyarakat, terlebih setelah ditemukan dalam keadaan wajahnya dibungkus lakban.
Kemungkinan tindakan bunuh diri sempat dipertimbangkan, namun beberapa hal yang mencurigakan masih terus diselidiki oleh aparat hukum.
Artikel ini sudah tayang diTribunJateng.com
(*/ )
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti pula informasi lainnya diFacebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
