Berita Terbaru

Bakar Lahan Gambut, 200 Hektare Terdampak Karhutla di Kutai Kartanegara

Bakar Lahan Gambut, 200 Hektare Terdampak Karhutla di Kutai Kartanegara

laksamana.id –, Jakarta– Lembaga Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mulai melaporkan kembali peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ketika dampak musim kemarau semakin meluas. Pada Sabtu lalu, 26 Juli 2025, misalnya, tiga lokasi bencana tersebut diungkapkan.

Dari ketiganya, yang paling luas adalah sekitar 200 hektare lahan gambut yang terbakar. Lokasinya berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Data tersebut telah diverifikasi melalui laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dua lokasi lainnya berada di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dengan luas 6,2 hektare dan di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, seluas 4 hektare.

Penyebaran asap dan titik panas (hotspot) bahkan telah dikeluarkan oleh BMKG sejak 23 Juli lalu, berdasarkan data citra satelit Himawari-9. Pada waktu itu, penyebaran asap dan titik panas terdapat di beberapa daerah Indonesia yaitu di wilayah Sumatra Utara, Riau, dan Kalimantan Barat.

“Beberapa titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdapat di berbagai wilayah Indonesia: Sumatra memiliki 45 titik panas, Kalimantan sebanyak 17 titik panas,” demikian pernyataan BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan 25-31 Juli.

Sampai tanggal 20 Juli, laporan BMKG menyebutkan, wilayah Sumatra bagian tengah hingga selatan seperti Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Lampung mulai mengalami kekeringan. Wilayah-wilayah tersebut terpantau telah mengalami periode tanpa hujan lebih dari 60 hari.

Di wilayah Kalimantan, keadaan yang serupa juga terjadi di Kalimantan Selatan serta sebagian wilayah Kalimantan Barat. “Ini mengindikasikan adanya kemungkinan besar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cukup besar di beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan.”

Bagikan Artikel

Berita Terkait