Berita Terbaru

Akselerasi Digital PHE OSES Tingkatkan Produksi 542 BOPD

Akselerasi Digital PHE OSES Tingkatkan Produksi 542 BOPD

Autonews.co.id, BANDUNG — Inovasi digital semakin terbukti menjadi penggerak utama kemajuan, termasuk di sektor hulu minyak dan gas bumi yang penuh tantangan. Kompetisi Digital Hackathon AI/ML Hulu Migas 2025 yang diselenggarakan oleh SKK Migas di Bandung pada pertengahan Juni lalu menunjukkan bukti nyata bagaimana inovasi berbasis digitalisasi memberikan kontribusi yang signifikan.

Salah satu inovasi yang mencolok berasal dari tim THATPOOL PHE OSES, yang berhasil meraih juara dua dalam kategori Implementation. Mereka memperkenalkan solusi untuk meningkatkan pengelolaan sisa minyak di lapangan yang kurang menguntungkan dengan menggunakan alat prediksi saturasi lanjutan berbasis pendekatanmachine learning, membuka peluang baru untuk meningkatkan produksi secara efektif.

THATPOOL merupakan akronim dari Pusat Teknologi untuk Alat Canggih dan Optimasi Prediktif Data Lapangan Minyaksebuah tim perwakilan dari kehadiran dan pertumbuhan pesat digitalisasi di sektor hulu migas. Tim THATPOOL hadir dengan solusi berbasismachine learning (ML) dan artificial intelligence (AI).

Inovasi yang mereka kembangkan telah diimplementasikan di Lapangan NR, menghasilkan peningkatan produksi sebesar 542 BOPD serta menghemat dana sebesar Rp 7,18 miliar untuk biaya bahan dan sewa kapal.

THATPOOL fokus pada prediksi current saturationdi waduk Batugamping. Melalui algoritma ML yang tepat, metode pengukuran saturasi berbasisbargedapat ditingkatkan, yang berarti mengurangi pengeluaran dan mempercepat proses kerja.Current saturationmerupakan kondisi saturasi fluida terkini di dalam reservoir. Kondisi ini tidak didasarkan pada data awal eksplorasi, melainkan berdasarkan data terbaru setelah reservoir mulai berproduksi.

Kepuasan sangat penting untuk mengetahui seberapa banyak minyak yang masih tersisa di reservoir,residual oil), mengetahui lokasi wilayah di mana air mulai mendominasi (water breakthrough), serta menentukan strategi pemulihan minyak yang lebih lanjut (enhanced oil recovery). Pada masa depan, pendekatan ini bahkan memungkinkan perawatan sumur dilakukan tanpa campur tangan langsung, cukup dengan menutup daerah-daerah air yang tepat.

Manajer Umum PHE OSES, Antonius Dwi Arinto, yang menerima penghargaan langsung dari SKK Migas, menyampaikan rasa bangga serta harapan. “Inovasi ini tidak hanya memberikan dampak nyata di lapangan, tetapi juga membuktikan bahwa digitalisasi mampu meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional. Kami yakin, pendekatan semacam ini bisa diterapkan di area kerja lainnya,” katanya dalam pernyataan pers, Selasa (8/7/2025).

Kemenangan ini menjadi tanda bahwa transformasi digital di sektor hulu migas bukan lagi pilihan, tetapi suatu keharusan.

Bagikan Artikel

Berita Terkait